Hubungan stres kerja dan intensi absensi kerja dengan dukungan sosial sebagai variabel pemoderasi :: Studi di RS Panti rapih
KURNIAWATI S., Annastasia, Diah Retno Wulandaru, Dra.,MBA.
2006 | Tesis | Magister ManajemenBanyak hal yang dapat mempengaruhi kinerja setiap karyawan, salah satunya adalah keadaan emosional mereka sebagai seorang individu. Keadaan psikologi seseorang dalam hal ini adalah emosional akan mempengaruhi kinerja mereka sebagai pekerja, baik pengaruh positif maupun negatif. Stres merupakan suatu akibat dari keadaan emosional seseorang. Stres kerja yang dialami oleh karyawan dapat mengganggu kinerja karyawan itu sendiri karena performa kerja mereka akan terpengaruh (Davis dan Newstrom, 1993) Stres kerja yang dirasakan seseorang akan memberikan dampak bagi yang mengalaminya. Ada dua kemungkinan dampak yang dihasilkan yaitu dampak positif maupun dampak negatif tergantung dari masing-masing individu dalam mengelola stres kerja yang dihadapi (Sherman,et al, 1988). Dukungan sosial dari orang-orang sekitar dapat meminimalisir munculnya pengaruh negatif akibat stres pada pekerjaan. Dukungan sosial yang dimaksud adalah dukungan secara emosional yang diberikan oleh orang-orang di sekitar kita tanpa terkecuali. Dalam lingkungan pekerjaan dukungan sosial dapat diberikan oleh supervisor, rekan sejawat, maupun rekan kerja yang tidak berada dalam satu divisi. Dukungan sosial dapat berhubungan dengan stressor untuk memoderasi dampak langsung dari stres yang dialami karyawan; inilah yang disebut dengan efek buffer (Wagner dan Hollenbeck, 2002). Menurut Caplan et al dalam Broomfield et al (1995) profesi pelayan kesehatan berpotensi memunculkan stres, seperti diketahui bahwa pekerjaannya menuntut tanggung jawab terhadap mahluk hidup bukan benda, hal tersebut merupakan sumber utama timbulnya stres pada pekerjaan. Jika dibandingkan dengan profesi yang lain, profesi sebagai pelayan kesehatan memiliki sumber stres yang unik karena bersinggungan dengan oran sakit, dan juga berhubungan dengan kematian dari pasien. Para pelayan kesehatan bukan saja dituntut untuk menjadi saksi perjuangan pasien untuk melawan penyakitnya, profesi ini juga diharuskan melalui serangakain tes dan beberapa prosedur medik yang kurang nyaman Para perawat yang mengalami burnout, berhubungan dengan perilaku absensi. Stres kerja pada perawat yang nampak pada perilaku absensi, penyebabnya diprediksikan karena ambiguitas pada kekuasaan dan dukungan sosial pada pekerjaan yang kurang memadai (Tennant, 2001). Intensi absensi merupakan variabel yang sangat berhubungan dengan perilaku absensi atau dengan kata lain bahwa intention merupakan antecedent dari perilaku (Matocchio, 1992).
There are many things that can influence employees’ performance. Among them is their emotional state/condition as an individual. Stress is one of the results of someone’s emotional condition and can cause disruptions on their performance (Davis and Newstorm, 1993). A job stress can have effects on someone, positive or negative, depends on how they manage it (Sherman et al, 1988). Negative effects of job stress can put corporates in a convenience situation when potential employees request a resignation because of it. Social support is the active provision of sympathy and caring from people around him or her. Social support from supervisor and coworkers can buffer employees from stress. Buffer effect happen when social support could directly moderate the job stress effect (Wagner and Hollenbeck, 2002). According to Caplan et al in Broomfield et al (1995) the work of health-care professionals is inherently stressful as it acknowledged that being responsible for people rather than objects is a major source of occupational stress. Compared with other professional groups, health-care workers are subjected to unique stressors associated dealing with sick people, many of whom may have various degrees of deformity, or are suffering physical and mental ill health, and on some occasions they also experience the death of the patient. Not only do these professionals have to witness people suffering, but in addition they themselves may have to inflict pain and discomfort through necessary tests and medical procedures. In nurses, burnout-related absenteeism was predicted by ambiguity about authority and perceived lack of social support at work. (Tennant, 2001).
Kata Kunci : Stres Kerja,Intensi Absensi Kerja,Dukungan Sosial,Intensi Absensi Kerja, Job Stress, Social Support, Absenteeism, Absence intention