Reaksi pasar terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) 1 Maret 2005
FRIZIA, Alvana, Suad Husnan, Dr.,MBA
2006 | Tesis | Magister ManajemenStudi ini menggunakan single indeks model yang bertujuan untuk mengetahui reaksi pasar terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak 1 Maret 2005, mengetahui dampak pengumuman tersebut terhadap saham-saham individual, mengetahui apakah beta bisa menjelaskan proses pembentukan harga saham-saham individual. Penelitian dilakukan terhadap 40 saham yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Dari 40 saham tersebut 8 diantaranya mempunyai nilai beta yang tidak signifikan. Hasil dari uji t terhadap return pasar adalah return pasar negatif signifikan dan lebih kecil dari rata -rata return pasar sebelumnya pada saat pengumuman rencana kenaikan harga bahan bakar minyak yaitu tanggal 24 Februari 2005. Uji korelasi terhadap beta dan return saham juga menunjukkan bahwa ada korelasi negatif dan signifikan pada saat pengumuman rencana kenaikan harga bahan bakar minyak pada tanggal 24 Februari 2005 tersebut. Pada saat pengumuman kenaikan harga bahan bakar minyak tanggal 1 Maret 2005 return pasar signifikan positif dan lebih besar dari rata-rata return pasar sebelumnya, hal ini disebabkan karena pasar telah merespon tanggal 24 Februari 2005 sehingga tidak menimbulkan respon lagi di pasar. Uji t pada abnormal return menunjukkan bahwa rata-rata abnormal return tidak signifikan berbeda dengan 0. Ini menunjukkan bahwa single indeks model mampu menjelaskan proses pembentukan harga-harga saham individua l.
This study used single index model that aim to investigate market reaction to the raising of fuel price (BBM) march 1, 2005., to investigate the announcement impact to the individual stocks, to investigate whether beta can explain individual stocks price generating process. The research was done to 40 listed stocks in Jakarta Stock Exchange. 8 of them has insignificant beta. The t test result of market return indicated that it has significantly negative and less than the previous average of market return on the announcement of the raising of fuel price plan at February 24, 2005. The correlation test of beta and market return showed negative and significant correlation on the day of the raising of fuel price plan announcement at February 24, 2005. Market return showed significantly positive and more than the previous average of market on the day of the raising of fuel price announcement at March 1, 2005, it was caused market had responded it at February 24, 2005 so it did not rised impact at March 1, 2005. The t test of abnormal return resulted insignificant difference with 0. It indicated that single index model can explain the individual stocks price gene rating process.
Kata Kunci : Kenaikan Harga BBM,Single Indeks Model,single indeks model, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), return pasar, abnormal return