Formulasi strategi unit usaha Syariah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
SATRIAWAN, Mohamad Fikri, Harsono, Dr.,M.Sc
2006 | Tesis | Magister ManajemenPerbankan syariah di Indonesia pasca dikeluarkannya UU No. 10 tahun 1998 tentang perbankan mengalami perkembangan yang sangat pesat. Namun demikian kontribusi perbankan syariah dalam industri perbankan nasional masih sangat kecil yaitu sekitar 1,5% dari total industri. Pesatnya pertumbuhan perbankan syariah ini terutama ditandai dengan semakin banyaknya Unit Usaha Syariah (UUS) dari bank umum konvensional yang melonjak dari tiga buah pada tahun 2000 menjadi 18 buah pada Juli 2005. BRI merupakan salah satu bank umum yang membuka UUS dalam memasuki industri perbankan syariah. UUS BRI mengalami perkembangan yang pesat, namun sama dengan masalah perbankan syariah nasional, kontribusi UUS BRI juga masih sangat kecil dibandingkan kondisi BRI secara keseluruhan. Bahkan UUS BRI juga baru memperoleh pangsa pasar sekitar 3,5% pada industri perbankan syariah nasional. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap lingkungan bisnis eksternal dan internal Bank BRI yang mempengaruhi perkembangan UUS BRI. Hasil analisis ini kemudian digunakan untuk merumuskan suatu alternatif strategi bisnis yang sesuai sehingga dapat meningkatkan daya saing UUS BRI dalam bisnis perbankan syariah di Indonesia. Analisis lingkungan eksternal dilakukan menggunakan analisis lingkungan bisnis umum yang meliputi analisis lingkungan makro ekonomi Indonesia, hukum dan pemerintahan, politik dalam negeri, sosial, dan demografi; analisis five competitive forces model Porter; analisis driving forces; analisis strategic group ; analisis pesaing; dan analisis key success factors. Analisis lingkungan internal dilakukan menggunakan analisis sumber daya, kapabilitas dan kompetensi inti. Hasil analisis terhadap lingkungan eksternal dan internal tersebut digabungkan dalam matriks SWOT sebagai dasar untuk menyusun strategi alternatif bagi pengembangan Unit Usaha Syariah BRI. Berdasarkan analisis SWOT dapat disimpulkan bahwa untuk dapat meningkatkan daya saingnya BRI Syariah harus tetap memfokuskan usahanya pada segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan penekanan pada pemberian pelayanan prima kepada nasabah sehingga dapat tercipta kesetiaan nasabah (customer loyalty). Adapun strategi yang dapat digunakan adalah: pengembangan produk perbankan syariah yang fokus pada UMKM; peningkatan kualitas teknologi informasi; percepatan ekspansi jaringan melalui pembukaan kantor baru di daerah basis Islam, kolokasi dengan Kanca BRI konvensional, dan konversi Kanca konvensional apabila diperlukan; pembukaan BRI Unit (mikro) syariah; serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Indonesia sharia banking, since Law no. 10 of 1998 has been issued, grow very fast. However its contribution in banking industry is very small, only about 1.5% of total industry. The fast growing of sharia banking is shown by the growth of Sharia Business Unit of commercial bank that increase from 3 units in year 2000 to 18 units by July 2005. Bank Rakyat Indonesia (BRI) is one of commercial banks that established Sharia Business Unit to serve sharia banking market. Sharia Business Unit of BRI (SBU BRI) also grows very fast, but it has the same problem with Indonesia sharia banking. The contribution of SBU BRI is still very small to BRI. Even, its market share of Indonesia sharia banking is only about 3.5%. The objective of this research is to analyzed the external and internal business environment that influence the development of SBU BRI. The result of this analysis is used to formulate business strategy in order to increase the competitiveness of SBU BRI in Indonesia sharia banking industry. External environment was analyzed using general business environment analysis consist analysis of economic environment, governmental environment, local political environment, social environment, and demography environment; five competitive forces analysis; driving forces analysis; strategic group analysis; competitor analysis; and analysis of key success factors. Internal environment was analyzed using resources, capabilities and competencies analysis. The result of both analysis is used to make SWOT matrix that can be used as basic to formulate business strategy of SBU BRI. Based on SWOT analysis, it can be concluded that in order to increase the competitiveness, SBU BRI must focus its business to Micro, Small, and Medium Enterprise (MSME) and give priority to excellent service that can create customer loyalty. Alternative strategies that can be implemented are: develop sharia banking product that focus to MSME; increase the quality of information technology; accelerate networks expansion by opening new office, co-location with conventional office, and convert conventional office into sharia office; establish micro sharia office; and improve the quality of human resources.
Kata Kunci : Strategi Bisnis,Usaha Mikro, Kecil Menengah,Perbankan Syariah, sharia banking, Sharia Business Unit, business strategy, Micro, Small and Medium Enterprise (MSME), Bank Rakyat Indonesia (BRI)