Laporkan Masalah

Pengaruh pembatasan portofolio terhadap kinerja Reksadana menggunakan pengukuran Sharpe Treynor dan Jansen :: Analisa perbandingan terhadap kinerja Reksadana Syariah dan Reksadana Konvensional

KURNIANTO, Bima, Mas'ud Machfoedz, Prof.Dr.,MBA

2005 | Tesis | Magister Manajemen

Pengaturan atau penempatan dana investasi pada reksadana konvensional secara umum mengutamakan pertimbangan tingkat keuntungan. Sedangkan reksadana syariah selain mempertimbangkan tingkat keuntungan juga harus mempertimbangkan kehalalan suatu produk keuangan (proses screening). Penempatan dana investasi berdasarkan prinsip syariah ini dapat disejajarkan dengan SRI (Socially Responsible Investing) atau Ethical investing. Investor memiliki kebutuhan-kebutuhan khusus dalam berinvestasi agar sesuai dengan prinsip yang dianutnya. Hal ini menciptakan pasar investor yang rumit (sophisticated) dengan karakteristik investasi yang khas dan tuntutan terhadap kinerja yang tidak kalah bersaing dengan reksadana lainnya. Batasan-batasan dalam memilih portofolio (proses screening) dapat mengurangi akses terhadap instrumen investasi yang dapat memberikan return lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja reksadana syariah yang dibandingkan dengan reksadana konvensional serta signifikansi kinerja antara kedua kelompok. Pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan metode Sharpe, Treynor dan Jensen serta pengujian statistik menggunakan Independent Samples T-test dengan α = 0.05. Karakteristik portofolio reksadana syariah memiliki return rata-rata yang lebih rendah daripada reksadana konvensional. Namun demikian, profil resiko reksadana syariah juga lebih rendah daripada reksadana konvensional. Hal ini terlihat pada standar deviasi return dan β reksadana syariah yang lebih rendah daripada reksadana konvensional sehingga dapat meningkatkan ukuran kinerja. Hasil uji-T menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kinerja yang signifikan antara kedua kelompok tersebut. Dengan demikian, batasan dalam memilih portofolio belum tentu menghambat kinerja reksadana

The placement of investment funds in conventional mutual funds generally consider primarily on profit level. Beside the profit consideration, Shariah mutual funds also consider the selection of financial products in accordance with Islamic principles (screening process). Investmen based on the shariah principles are considered the same as SRI (Socially Responsible Investing) or Ethical Investment. Investors have certain needs in their investment which are suitable with their belief. This would create a sophisticated market of investors with special investment characteristics and the demand of competitive performance compared with others. The restrictions in choosing portfolios (screening process) can reduce access to higher return investment products. This research is conducted to measure the shariah mutual funds performance compared with the conventional ones and the performance significance between the two groups. The performance measurement conducted using Sharpe, Treynor and Jensen’s methods and Independent Samples T-test with α = 0.05. The shariah mutual funds portfolio characteristics have lower average returns than the conventional mutual funds. However, the shariah mutual funds also have lower risk profile than the conventional ones. We can see this from shariah funds’ standard deviation of returns and β which are lower than conventional funds which increase their performance. The T-test results show that there are no significant performance differences between the two groups. Therefore, restrictions in choosing portfolios do not always reduce the funds performance.

Kata Kunci : Kinerja Reksadana Syariah, Reksadana Syariah, mutual funds, shariah mutual funds, mutual funds performance, sharpe, treynor, jensen.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.