Laporkan Masalah

Optimalisasi portofolio investasi dana pensiun Bank Indonesia dengan metode program linier

ANDRIANTO, Rully, Mas'ud Machfoedz, Prof.Dr.,MBA.

2006 | Tesis | Magister Manajemen

Beberapa pilihan cara berinvestasi memberikan bermacam pilihan bagi investor untuk menginvestasikan dananya. Investor yang memiliki keberanian untuk mengambil risiko atau yang disebut juga investor spekulatif dapat menempatkan dananya pada saham dan reksadana karena kesempatan perolehan keuntungan yang tinggi. Tapi bagi investor yang meminimalkan risiko dalam berinvetasi dapat memilih untuk menginvestasikan dana mereka ke dalam instrumen investasi berpendapatan tetap yang memiliki risiko rendah. Tapi pada dasarnya investor memiliki keinginan untuk mendapatkan untung yang besar namun dengan tingkat risiko yang seminimal mungkin, mereka dapat melakukan portofolio investasi. Teori portofolio menekankan pada upaya dalam mencari kombinasi optimal dari berbagai intrumen investasi yang memberikan tingkat keuntungan maksimum dengan tingkat risiko tertentu. Tesis ini berdasarkan penelitian terhadap analisis kinerja portofolio invetasi dalam optimalisasi investasi Dana Pensiun Bank Indonesia dengan menggunakan metode program linier. Analisis mencakup beberapa komposisi optimal yang diinvestasikan kepada bermacam instrumen investasi dengan mengacu pada kebijakan dari pendiri dengan tetap berpedoman pada peraturan pemerintah dalam hal ini adalah menteri keuangan dan kemudian ingin diketahui apakah portofolio investasi yang sudah dilakukan oleh Dana Pensiun Bank Indonesia sudah optimal atau belum. Metode riset penelitian ini menggunakan metode program linier dengan menggunakan data sekunder anatara lain yaitu Return On Investment dan komposisi pada masing-masing instrumen investasi yang terdapat pada laporan keuangan Dana Pensiun Bank Indonesia Tahun 2004. Kesimpulan dari penelitian ini adalah portofolio investasi yang sudah dilakukan oleh Dana Pensiun Bank Indonesia pada tahun 2005 belum optimal dan komposisi yang ada masih dapat dioptrimalkan kembali untuk mendapatkan tingkat keuntungan yang lebih tinggi pada tahun berikutnya. Hal ini disebabkan oleh tidak tepatnya pemilihan instrumen investasi seperti pada reksadana yang memberikan keuntungan negatif. Setelah optimalisasi dilakukan, maka hasilnya adalah reksadana sebagai salah satu intrumen investasi sebaiknya tidak dimanfaatkan. Begitu juga dengan penyertaan langsung seharusnya tidak dimanfaatkan karena memberikan tingkat keuntungan yang kurang layak dibandingkan dengan intrumen investasi yang lain. Untuk beberapa instrumen investasi yang lain, dapat mengeksploitasi seluruh batas maksimum yang diijinkan dari keseluruhan porsi dana investasi yang sudah dianggarkan oleh pendiri.

There are many investment instruments that give an investor a lot of choice to invest their fund. Investors who have courage to take a risk (speculative investor) may place their fund in stock and mutual fund investment because of high gain. For those risk averse investor can invest their fund in the fixed deposit investment instrument which is low risk. But if investor wants to make high gain while he want to minimize risk, they have to make an investment portfolio. Portfolio theory emphasizes on effort in seeking the optimum combination of investment instrument that gives maximum rate of return in a certain rate of risk. This thesis based on research in performance portfolio analysis in optimizing Bank of Indonesia Pension Fund in using linear program method. The analysis covers several optimal composition that have to be invested into various investment instrument refer to founder direction that is guided by decision letter from financial minister and whether portfolio investment that’s has been done by Bank of Indonesia Pension Fund is optimum. The research method of this thesis is linear programming by using secondary data of Return on Investment and composition of each investment instrument that provide financial report in 2005. The conclusion of this research is investment portfolio done by Bank of Indonesia Pension Fund for year 2005 hasn’t been yet optimum and the composition is still can be optimized for greater rate of return in the next year. Its caused of inappropriate choosing of investment instrument such as mutual fund that make negative return. So, after the optimization of analysis has been done, this investment instrument (mutual fund) should not be provide as an investment instrument. Also for direct joint investment should not be provided because its less worth of gain compared with other investment instrument, so the proportion for this instrument can be diverted to others. But for other several investment instrument can be exploited to the maximum allowable proportion from a whole investment resource from founder policy.

Kata Kunci : Portofolio Investasi,Metode Program Linier,Optimalisasi Investasi Dana Pensiun, Portfolio Investment, Optimalization, and Linear Programming Method


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.