Evaluasi kinerja Reksadana dengan Value at Risk dan perbandingannya dengan metode Sharpe, Treynor dan Jensen
DIANTINI, Ni Nyoman Ayu, Erni Ekawati, Dr.,MBA
2005 | Tesis | Magister ManajemenPenilaian kinerja dalam investasi merupakan tahap yang penting untuk mengetahui apakah reksadana tersebut telah memenuhi tujuan dan harapan dari investor. Value at Risk (VaR) merupakan metoda pengukuran market risk yang tengah populer saat ini yang dalam evolusinya mengalami perkembangan sehingga VaR dapat digunakan dalam menilai kinerja suatu portofolio efek.VaR merupakan kerugian maksimum dari suatu investasi di masa yang akan datang dengan periode waktu dan confidence level tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kelebihan penggunaan VaR dalam menilai kinerja reksadana dan membandingkannya dengan penilaian kinerja dengan menggunakan metoda yang telah umum dipakai yaitu Sharpe, Treynor dan Jensen lalu menilai keakuratan motoda penilaian kinerja dari keempat metoda tersebut. Populasi dalam penelitian ini adalah reksadana yang masuk kategori equity fund atau reksadana saham yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta dari bulan Januari 2001 sampai dengan Desember 2004. Reksadana saham dinilai dengan basis pengamatan adalah data Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana saham yang mengacu pada harga pasar penutupan hari rabu bursa saham untuk setiap minggunya. Hasil dari penelitian ini ranking penilaian kinerja antara metoda Sharpe, Treynor, Jensen dan VaR menghasilkan ranking yang tidak berbeda (H1 ditolak). Dalam hal ini dibuktikan dengan test of concordance Kendall’s W yang lebih besar dari 0.5. Tidak adanya perbedaan ranking antara metoda Sharpe, Treynor, Jensen, dan VaR berarti reksadana saham Indonesia tahun 2001-2004 telah terdiversifikasi dengan baik sehingga risiko total sama dengan risiko pasar. Dalam pengujian persistensi kinerja, diperoleh hasil bahwa penilaian kinerja dengan VaR lebih akurat untuk memprediksi kinerja di masa yang akan datang dalam hal ini VaR memiliki nilai Kendall’W yang paling besar dan lebih besar dari 0.5.
Performance evaluation is the important step in investment decision to evaluate actual return and expected return. Value at Risk has been called the new science of risk management. VaR has been evolved and now we can evaluate performance using VaR. VaR is the maximum amount of money that maybe lost on a portfolio over a given period of time, with a level given of confidence. This paper planned to examine the use of VaR in performance evaluation and the comparison with Sharpe, Treynor, and Jensen method. The next step of this paper planned to examine the most persistence method among them. This research population is equity mutual fund that listed in JSX since January 2001-December 2004. This paper based on the observation of 17 Net Asset Value of Equity Mutual Fund every Wednesday. Using test of concordance Kendall’s W, we can conclude Sharpe, Treynor, Jensen and VaR method has consistent rank in performance evaluation. The coefficients indicate that equity mutual fund has been well diversified and total risk is equal to systematic risk. This paper examined method persistency, test of concordance Kendall’s W showed that VaR has greater coefficient than others method. These coefficients indicate VaR method has better tool to evaluate performance of investment.
Kata Kunci : Kinerja Reksadana,Valuet at Risk, Performance evaluation, Value at risk, VaR-based RAPM, Volatility, Exposure, Equity Mutual Fund