Laporkan Masalah

Analisa industri asuransi kerugian Indonesia periode 1999-2003

PURNOMO, Boyke Rudy, Ainun Na'im, Dr.,MBA

2006 | Tesis | Magister Manajemen

Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran secara obyektif industri asuransi kerugian di Indonesia, ukuran, struktur pasar, kondisi persaingan, hubungan antar pemain dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Studi eksploratori ini mengunakan metoda monitoring untuk mengumpulkan fakta-fakta yang terjadi di lapangan. Unit analisa yang digunakan adalah perusahaan asuransi kerugian dan perusahaan reasuransi yang beroperasi di wilayah hukum Negara Indonesia. Dari studi yang dilakukan ditemukan bahwa struktur pasar industri asuransi kerugian Indonesia masih belum terkonsolidasi, baik dari sisi jumlah maupun kesehatannya. Ketentuan pemerintah tentang RBC, globalisasi, inovasi produk dan pemasaran, transaksi B2B, perkembangan teknologi, perubahan lingkungan dan isu-isu sosial keamanan menjadi kekuatan-kekuatan dominan yang berpengaruh. Industri ini memiliki kekuatan kompetisi yang cukup kuat. Faktor sukses kunci memenangkan kompetisi tersebut antara lain adalah: customer base, prudent risk management, underwriting surplus, penanganan order dan klaim yang handal dan brand image. Selama periode pengamatan, terdapat tiga kelompok strategi utama yang berpengaruh, pertama perusahaan dengan jumlah kantor cabang yang banyak namun memiliki lini produk tidak terlalu dalam, kedua, perusahaan yang memiliki lini produk yang dalam tetapi hanya beroperasi pada beberapa lokasi, dan ketiga adalah kelompok perusahaan yang fokus pada beberapa class of business saja. Selanjutnya ditemukan perbedaan kinerja antara perusahaan asuransi nasional dengan perusahaan asuransi patungan dalam hal penerimaan premi, hasil investasi dan laba yang dikumpulkan, tetapi tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada pencapaian underwriting surplus. Terjadi defisit transaksi reasuransi, namun tidak diimbangi dengan manfaat reasuransi yang dinikmati oleh industri

This study aimed to describe objectively the market structure, size of industry, competition, and relationship among players of an Indonesian general insurance industry and its contribution to the national economy. In collecting facts and information, this study using monitoring method. The unit of analysis was general insurance and reinsurance companies operated in Indonesian law territory. Structure of general insurance industry wasn’t well consolidated, where too many players participate but only some of them enjoyed the major share. Sixty six companies can’t achieve minimum standard solvability. Government regulation on RBC, globalization, product & marketing innovation, B2B transaction, technology & environmental changes and social issues became dominant forces influenced the industry. While some key success factors required winning the competition in this industry identified as customer base, prudent risk management, underwriting surplus, reliable order and claim handling, and brand image. There are 3 strategic group identified, companies which have narrow product-line breadth but used intensive distribution coverage, companies which have wide product-line breadth but used low distribution coverage, and companies which focus only on some class of business. Furthermore, this study found the performance difference among national insurance companies and joint venture companies in term of premium revenue, investment result, and profit, but have no significant difference on underwriting surplus achievement. Deficit on reinsurance transaction which occurred along the period could not be compensating by reinsurance outward benefit to the industry.

Kata Kunci : analisis industri, monitoring, asuransi kerugian, five forces, key success factors, value chain, strategic group, industry analysis, monitoring, general insurance, five forces, key success factors, value chain, strategic group


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.