Laporkan Masalah

Strategi PT Tugu Pratama Indonesia menghadapi regulasi pemerintah dan persaingan usaha dalam industri asuransi umum

WIDYANI, Prahanita, Bambang Riyanto LS., Dr.,MBA

2006 | Tesis | Magister Manajemen

Pendapatan premi gross pada tiga tahun terakhir menunjukkan trend menurun. Tahun 2002 premi gross sebesar Rp.1.629.230.211, tahun 2003 sebesar Rp. 1.527.066.610 dan tahun 2004 sebesar Rp.1.210.255.643. Begitu juga dengan hasil underwriting menunjukkan trend menurun; tahun 2002 sebesar Rp.240.377.255, tahun 2003 sebesar Rp.205.324.844 dan tahun 2004 sebesar Rp.121.433.282. Selain itu saat ini dengan adanya regulasi pemerintah di sektor minyak dan gas, PT.Pertamina bukan lagi captive market TUGU, sehingga TUGU perlu mengembangkan pasar diluar PT.Pertamina. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa TUGU perlu segera melakukan evaluasi dan membangun strategi baru agar dapat memenangkan persaingan. Hasil analisis menunjukkan bahwa situasi eksternal industri asuransi masih kondusif, dimana terdapat 25,9% peluang usaha yang masih dapat digarap. Hasil analisis industri dan analisis internal menunjukkan bahwa TUGU masih dapat mengembangkan bisnis asuransi di sektor migas dan sektor nonmigas dengan memanfaatkan kemampuan keuangan, kompetensi sumber daya manusia, jaringan teknologi yang dimiliki dan image TUGU sebagai salah satu perusahaan asuransi terkemuka dalam negeri. Penulis memberikan saran kepada TUGU untuk membangun strategi baru agar lebih bisa bersaing dengan kompetitor, yaitu go ritel secara konsisten dengan memanfaatkan niche market yang atraktif, peningkatan entrepreneurship pada top manajemen, melakukan kerjasama strategis dengan sistem chanelling, penambahan pegawai divisi umum kantor pusat serta pemberian arahan dan pelatihan kepada seluruh manajemen serta karyawan secara berkesinambungan, sehingga percepatan bisnis yang diharapkan dapat segera terlaksana.

Earnings of Gross Premium at the last three year show the downhill trend. Year 2002 gross premium equal to Rp.1.629.230.211, year 2003 equal to Rp. 1.527.066.610 and year 2004 equal to Rp.1.210.255.643. The Underwriting result tend to decline; year 2002 equal to Rp.240.377.255, year 2003 equal to Rp.205.324.844 and year 2004 equal to Rp.121.433.282. Since 2001, with fundamental changes in government policy on the oil and gas sector imminent, PT. Pertamina is no longer TUGU’s captive market, so that TUGU requires to develop the market besides PT. Pertamina. The Condition indicates that TUGU needs immediately conduct on restructuring of its business and building new strategy in order to win the competition. Analysis report that the external factor in insurance industry is still conducive, 25,9% domestic insurance market is still untapped. Industrial analysis and internal analysis report that TUGU can develop oil and gas sector and non-energy sector by using its financial strength, human resources competence, IT system development, and good image of TUGU as one of the key players in the domestic insurance business. The writer suggest TUGU to develop its new strategy to win the competition by building the retail business consistently in attractive niche market, increasing entrepreneurship on top management, doing strategic alliances on channeling system, adding more employee in general division head office, enhancing the technical skills of its employees to achieve the important business targets.

Kata Kunci : Strategi Industri Asuransi,Peluang Usaha,Kinerja Perusahaan,Strategi Alternatif,Industri Asuransi Umum, government regulation, retail segment, entrepreneurship, channeling, enhance technical skills


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.