Laporkan Masalah

Formulasi strategi pada PT (Persero) Gapura Angkasa

NGANGI, Foulke Romke, Gudono, Dr.,MBA

2005 | Tesis | Magister Manajemen

PT (Persero) Gapura Angkasa sebagai perusahaan ground handling patungan dari PT Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan terbesar di Indonesia dengan PT Angkasa Pura I dan II yang merupakan pemegang otoritas bandara mempunyai keuntungan bersaing yang sebenarnya sulit disaingi oleh pesaingnya. Akan tetapi sejak terjadinya kenaikan harga minyak dunia membawa pada keadaan yang tidak terbayangkan sebelumnya oleh perusahaan. Industri penerbangan yang merupakan pasar utama dari jasa perusahaan mengalami guncangan. Konsep penerbangan murah muncul, konsep ini muncul untuk menurunkan biaya bahan bakar yang merupakan alokasi hampir 30 % dari struktur biaya dari harga tiket. Industri ground handling sebagai salah satu industri pendukung industri penerbangan tentu saja terkena dampak hal ini. Di dalam struktur biaya harga tiket, alokasi biaya jasa ground handling hampir sebesar biaya bahan bakar. Tetapi, biaya bahan bakar adalah biaya yang tidak bisa diturunkan, disisi lain biaya ground handling adalah bagian dari biaya pelayanan konsumen, artinya ketika penumpang mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli tiket mereka juga mengharapkan pelayanan yang sesuai dengan yang mereka bayarkan. Ketika penumpang memutuskan untuk mengeluarkan jumlah yang lebih sedikit itu berarti mereka siap untuk mendapatkan pelayanan yang berbeda dengan yang membayar lebih. Konsep penerbangan murah dan kenaikan harga bahan bakar ini bisa menjadi ancaman yang serius tetapi sekaligus peluang yang sangat baik. Karena situasi ini bukanlah pilihan dan harus dihadapi, perusahaan harus melakukan sesuatu. Pemetaan lingkungan termasuk di dalamnya analisa makro, dan posisi persaingan dari perusahaan dan analisa kinerja internal untuk mendapat pandangan yang obyektif adalah hal yang penting untuk memformulasikan strategi bagi perusahaan.

PT (Persero) Gapura Angkasa as a ground handler company which is a joint venture of PT Garuda Indonesia as a flag carrier airline in Indonesia with PT Angkasa Pura I and II , the airport authority have a competitive advantage than its competitors. But, when oil price increase get to situation that could ever imagine. Airline industry which is a main market of a company get a significant effect. Low cost carrier concept presence.this concept was create to reduce fuel cost that was allocated almost 30% in cost structure of ticket fare. Ground handling industry as a part of supporting industry of airline industry is also get this effect. In a cost structure of ticket fare, allocation cost for ground handling service is also as big as fuel cost. But, fuel cost is not cost that could be reduce, in other hand ground handling cost is a part of ’customer service’ cost, it means when passenger spent his money to buy a ticket they also expect they get a service that fit with they buy. When they decide to spent a fewer amount it means that they ready to get a service which is different with other who pay more. This LL concepts and raise of oil price could be a serious threat for the company, but also gives a good opportunity for the company. Because this situation it is not an option and have to face it, the company should do something. Environmental scanning include macro analysis, and competitive posisition of the company and analysis for internal performance to get an objective perspective are a crucial thing to do to formulated strategy for the company.

Kata Kunci : Konsep Penerbangan Murah,Formulasi Strategi,Industri Ground Handling,Oil price, Low Cost Carrier, ground handling industry, environmental scanning, strategic formulation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.