Laporkan Masalah

Formulasi strategi korporat :: Penerapan Corporate Parenting Framework pada PT. Hotel Sahid Jaya Internasional, Tbk

KAMARATI, Puspita Arum, Gudono, Dr.,MBA

2005 | Tesis | Magister Manajemen

Perubahan lingkungan bisnis dan persaingan menuntut perusahaan untuk dapat membangun suatu strategi yang mampu membuatnya bertahan dan menciptakan nilai tambah bagi kemajuan perusahaan. Salah satu cara yang digunakan oleh perusahaan adalah dengan melakukan strategi diversifikasi usaha. Diversifikasi dilakukan untuk dapat memperkecil risiko yang mungkin timbul dari kegagalan suatu usaha yang lain. Menurut Thompson dan Strickland (2001) suatu strategi diversifikasi dapat dilakukan (justifiable) jika mampu menciptakan nilai tambah bagi pemegang sahamnya. Lebih lanjut dikatakannya bahwa strategi diversifikasi tidak akan memberikan nilai tambah kecuali unit bisnis yang dipilih tersebut mempunyai kinerja yang lebih baik di bawah pengelolaan korporat (under a single corporate umbrella) daripada berdiri sendiri secara independent dalam operasionalnya (stand alone business). Untuk mewujudkan suatu nilai tambah perusahaan, diperlukan strategi korporat yang efektif. Menurut Campbell, Goold dan Alexander (1995), perusahaan berdiversifikasi memerlukan suatu strategi pada level korporat yang lebih baik dari strategi yang ada pada masing-masing unit bisnis sehingga dapat memberi nilai tambah bagi pemegang saham. Keberhasilan suatu perusahaan untuk mengimplementasikan suatu strategi korporat juga sangat tergantung pada proses perencanaannya. Untuk membantu membangun proses perencanaan strategi yang efektif pada tingkat korporat, maka saat ini telah dikembangkan suatu kerangka yang disebut corporate parenting framework (Campbell, Goold dan Alexander, 1995). Corporate parenting framework menitikberatkan pada kompetensi korporat dan nilai yang diciptakan dari hubungan antara korporat dan unit bisnis. Kesesuaian (fit) antara korporat dan unit bisnis dapat terjadi apabila parent’s skills sesuai dengan business needs. Corporate parenting framework dikembangkan dengan menggunakan pendekatan analisis terstruktur yang terdiri dari empat langkah, yaitu identifikasi critical success factors dan parenting opportunities dari unit bisnis, identifikasi parenting characteristics dari korporat serta pemetaan dengan menggunakan parenting fit matrix berdasarkan penilaian tingkat kesesuaian antara parent’s skills dan business needs. Matrix ini menggambarkan posisi seluruh unit bisnis dalam portofolio korporat ke dalam lima kategori utama, yaitu heartland business, edge of heartland business, ballast business, alien territory business dan value trap business. Posisi setiap unit bisnis dalam matriks tersebut memiliki implikasi strategi yang berbeda untuk diterapkan bagi upaya pengembangan unit bisnis di masa mendatang.

Business environment changes and business competition force companies to build a strategy that could survive them and create added value for the company. The way that companies usually use is business diversification strategy. Diversification is developed to reduce the risk that might be rise from the fail of other business. According to Thompson and Strickland (2001), diversification is justifiable only if it builds shareholder value. Strictly speaking, diversification does not create shareholder value unless the business perform better under a single corporate umbrella than they would perform operating as independent, stand-alone businesses. In other to achieve an added value company, the company should implement an effective corporate strategy. According to Campbell, Goold and Alexander (1995), a diversified company needs a good corporate level strategy better than business level strategy to build shareholder value. The success of company to implement a corporate strategy depend on the strategy planning process. To build an effective strategy planning process on corporate level, nowadays has been develop corporate parenting framework (Campbell, Goold dan Alexander, 1995). Corporate parenting framework focuses on the competencies of the parent organization and on the value created from the relationship between the parent and its business. Fit between the parent and its business occurs when the parent’s skills fit well with business needs. Corporate parenting framework was developed by using a structure analytical approached that consists of four main steps: identify and parenting opportunities of each business, review parenting characteristics of the parent company, and mapping those steps by using the parenting fit matrix base on the fit assessment between parent’s skills and business needs. This matrix would describe all the business position into five main categories: heartland business, edge of heartland business, ballast business, alien territory business and value trap business. Position of each business in the matrix would have different implication strategy to improve the future performance

Kata Kunci : Strategi Korporat,Strategi Diversifikasi,Corporate Parenting Framework,Parenting Fit Matrix,diversification strategy, corporate strategy, critical success factors, parenting opportunities, parenting characteristics, parenting fit matrix


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.