Laporkan Masalah

Stres dan intensitas perputaran karyawan perusahaan sekuritas di Bursa Efek Jakarta

TRISYANTO, Gugup Kismono, Drs.MBA

2006 | Tesis | Magister Manajemen

Era tahun 2000 merupakan kondisi terburuk dalam iklim investasi, bursa terpuruk pada level 400-an. Harapan masyarakat pelaku bisnis dan ekonomi, terkoreksi terhadap situasi yang kurang menguntungkan. Ketika kinerja bursa belum memberikan kontribusi berarti, perubahan iklim investasi memiliki pengaruh kuat terhadap sumber daya manusia dalam perusahaan. Hal tersebut disiasati dengan melakukan perubahan pada kebijaksanaan strategis, antara lain efisiensi dan restrukturisasi, perampingan jabatan, perampingan karyawan, pengurangan penggunaan fasilitas operasional, perubahan sistim insentif serta peningkatan jam kerja. Dengan kata lain, setiap karyawan mendapat tekanan yang lebih berat, yang mungkin saja berdampak pada tingkat stres karyawan. Stres dapat diartikan sebagai penyimpangan dari kebiasaan normal, ini memiliki pengaruh positif dan negatif, yaitu terbentuknya interaksi antara perorangan dengan karakteristik lingkungan akibat adanya perubahan fisiologis dan perubahan psikologi yang mengakibatkan adanya penyimpangan dalam kinerja yang normal. Sangat penting untuk memahaminya, dimana terdapat penyimpangan yang tidak biasa, efeknya terjadi pada individu tergantung pada besar, lama serta kuatnya tingkat stres yang berlangsung ysng akhirnya akan berujung pada timbulnya kerugian perusahaan, diantaranya tingkat perpindahan karyawan yang tinggi. Strategi proaktif diterapkan perusahaan melalui program grup diskusi, kelas stres, teknik relaksasi, pengaturan manajemen waktu, kebugaran

2000 era was the worst situation for investment climate, bourse hit to the lowest level of 400. Economics and business society expectation, were low to this nonprofitable situation. At the time when the bourse performance had not given meaningful contribution, the change of investing climate gave a strong impact towards company’s human resources. Whereas to overcome such condition companies tend to change their management strategic such as: efficiencies and restructuring, reducing position in all levels, reducing employees, reducing the use of operational facilities, changing of incentive systems and extended working hours. In other words, each employee had more pressure which could impact the employee stress level. Stress could be defined as the deviation from normal that may have a positive or negative outcome which is the interaction between the individual and the environment characteriezed by physiological and psychological changes that cause a deviation from normal performance. Crucial to understood where the deviation exist, the effect can be varied to individuals depend on how big, how long and how strong the stress level going. Which ended at the loss of companies employees high turn over. Strategic proactive applied by companies, in programs such as below: group discussion, stress class, relaxation technique, time management allocation and healthiness.

Kata Kunci : Stres,Intensitas Karyawan, stress level, employees high turn over


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.