Hubungan antara partisipasi dalam membuat keputusan terhadap motivasi sikap kerja dengan keterlibatan kerja sebagai variabel pemoderasi di Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia
RESIYANI, Noviza, Djamaludin Ancok, Prof.Dr.MA
2006 | Tesis | Magister ManajemenPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari adakah hubungan variabel bebas (partisipasi dalam membuat keputusan) yang secara significant mempengaruhi variabel tergantung (motivasi sikap kerja) dengan variabel moderasi (keterlibatan kerja), ada tidaknya hubungan dari ketiga variabel adalah adanya perbedaan persepsi partisipasi dalam membuat keputusan dan keterlibatan kerja, dan meneliti ada tidaknya perbedaan persepsi pegawai BPK RI, khususnya para auditor tentang ketiga variabel tersebut. Tes pendahuluan diadakan di BPK RI dan ditemukan dua buah pertanyaan keterlibatan kerja yang tidak valid dan dihilangkan untuk analisis selanjutnya. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data, dengan 100 responden, yaitu pegawai BPK RI, khususnya para auditor yang bekerja di BPK RI. Moderated Regression Analysis (MRA) yang digunakan dalam penelitian ini terdiri empat belas Sub Auditorat: Sub Auditorat I.A.1 (14%), Sub Auditorat I.A.5 (16%), Sub Auditorat I.B.1 (4%), Sub Auditorat I.B.2 (4%), Sub Auditorat III.A.1 (2%) Sub Auditorat III.B.2 (5%), Sub Auditorat III.C.2 (2%), Sub Auditorat V.A.1 (14%), Sub Auditorat V.A.3 (23%), Sub Auditorat V.A.4 (3%), Sub Auditorat V.B.1 (3%), Sub Auditorat V.B.2 (15%) Sub Auditorat V.B.3 (4%) dan Sub Auditorat V.C.1 (5%). Hasil dari MRA adalah bahwa variabel partisipasi dalam membuat keputusan berhubungan positif dan signifikan pada variabel motivasi sikap kerja dan variabel keterlibatan kerja berhubungan positif dan signifikan dengan motivasi sikap kerja, dan variabel interaksi (partisipasi dalam membuat keputusan x keterlibatan kerja) berhubungan secara negatif dan tidak signifikan dengan motivasi sikap kerja, tetapi pengaruh tersebut pada tingkat signifikansi 5% tidaklah signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan kerja tidak bertindak sebagai moderator pada hubungan antara partisipasi dalam membuat keputusan dengan motivasi sikap kerja.
This paper planned to examine that is correlating about independent variables (participation in making decision) that significantly predict dependent variabel (job attitudes motivation) with moderator variabel (job involvement). Correlating or not with three variable is different by perception about participation in making decision and job attitudes motivation and predict employees’ perception especially auditor’s in BPK RI about that. Pre test conducted in BPK RI found that two invalid items of job involvement should eliminate for further research analysis. Data collected using questionnaire to 100 respondents, employees of BPK RI, especially from auditors to work that place. Moderated Regression Analysis (MRA) design was used in research. It consist of fourteen auditorat sub groups: Sub Auditorat I.A.1 (14%), Sub Auditorat I.A.5 (16%), Sub Auditorat I.B.1 (4%), Sub Auditorat I.B.2 (4%), Sub Auditorat III.A.1 (2%) Sub Auditorat III.B.2 (5%), Sub Auditorat III.C.2 (2%), Sub Auditorat V.A.1 (14%), Sub Auditorat V.A.3 (23%), Sub Auditorat V.A.4 (3%), Sub Auditorat V.B.1 (3%), Sub Auditorat V.B.2 (15%) Sub Auditorat V.B.3 (4%) and Sub Auditorat V.C.1 (5%). Output from MRA is participation in making decision variable is positif correlate and significantly to job attitudes motivation variable and job involvement variable positif correlate and significantly with job attitude motivation, and interaction variable (participation in making decision x job involvement) negatif correlate and not significantly with job attitude motivation, but relationship from 5% significantly is not significant. That showed job involvement not act moderator to correlate between participation in making decision with job attitudes motivation.
Kata Kunci : Motivasi Sikap Kerja,Keterlibatan Kerja,Partisipasi Membuat Keputusan,participation in making decision, job attitudes motivation, motivation and job involvement