Analisis rantai nilai untuk menciptakan keunggulan bersaing dalam industri layanan bahan bakar pesawat udara
SOEMALYO, Aswindarto, Supriyadi, Dr.,M.Sc
2006 | Tesis | Magister ManajemenSektor industri penerbangan sebagai sektor perhubungan andalan pembangunan nasional terus mengalami perkembangan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Perkembangan ini berawal pada awal tahun dua ribuan, yaitu pada saat mulai di bukanya langit Indonesia bagi penerbangan sebagai akibat kebijakan open sky policy oleh pemerintah untuk mendorong pengembangan ekonomi daerah melalui sektor perhubungan udara. Pertamina Aviation adalah perusahaan penyedia bahan bakar penerbangan yang melayani pengisian pesawat udara dan beroperasi di 54 Bandar Udara di Indonesia. Untuk menghadapi persaingan dalam industri yang digelutinya, perusahaan harus memiliki keunggulan bersaing yang memadai. Keunggulan bersaing ini bisa diperoleh melalui pengelolaan aktivitas-aktivitas yang ada di perusahaan dengan baik sesuai dengan strategi yang diterapkan dalam upaya mencapai visi, misi, dan tujuan-tujuan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam mengenai bagaimana Pertamina Aviation mengelola aktivitas-aktivitas dalam rantai nilai perusahaannya. Hal ini menjadi penting karena melalui analisis rantai nilai akan dapat diidentifikasi aktivitas-aktivitas apa saja yang belum dan sudah mampu memberikan nilai dalam keunggulan bersaing perusahaan. Melalui analisis ini pula akan dapat terlihat bagaimana sumberdayasumberdaya yang ada dalam perusahaan terintegrasi sehingga menjadi keunggulan bersaing bagi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan Pertamina Aviation memiliki beberapa kekuatan yang menjadi sumber keunggulan bersaing yang terdapat dalam aktivitas-aktivitas perusahaan, tetapi hanya ada tiga keunggulan bersaing yang merupakan distinctive competencies perusahaan, yaitu kemampuan untuk menghasilkan skala ekonomis, pemasaran yang kuat, dan pelayanan yang prima. Keunggulan bersaing ini diperoleh dari diterapkannya strategi biaya rendah dan diferensiasi yang terintegrasi, dengan penekanan pada biaya rendah.
Airline industrial sector as primary transportation sector for national development programs, always grows significantly for every year. This growth begun in the year of two thousands when airlines industrial policy open by government as open sky policy for supporting region economic development through air transportation sector. Pertamina Aviation is an aviation fuel provider who services aircraft refueling and operate at 54 Airport location in Indonesia. Facing competition in the industry the firm has to have proper competitive advantage. This competitive advantage can only be obtained by managing activities within the firm well and fit the strategy applied in achieving company’s vision, mision, and objectives. The objective of this research is to make deep analysis of how Pertamina Aviation manages activities within its firm value chain. This is important because through value chain analysis, the activities that have and have not contribute value added to firm’s competitive advantage can be identified. By doing this analysis, how the firm’s resources be integrated to be competitive advantage can be seen as well. The result of the research shows that Pertamina Aviation has some strengths that become source of competitive advantage, but there are only three competitive advantages that are distinctive competencies. These distinctive competencies are production skill to result in economies of scale, strong marketing, and excellent services. These competitive advantages are obtained by applying integrated low cost and differentiation strategy, with emphasis on low cost.
Kata Kunci : Keunggulan Bersaing, airline industry, aviation fuel provider, aircraft refueling, competitive advantage, value chain, low cost and differentiation strategy.