Laporkan Masalah

Penerapan manajemen risiko kredit dalam rangka menghindari kredit macet pada PT Bank Mandiri (Persero (Tbk)

SAPUTRI, Mellya, Supriyadi, Dr.,M.Sc

2005 | Tesis | Magister Manajemen

Salah satu bank yang kini mendapat sorotan publik karena kredit macetnya adalah Bank Mandiri. Kategori risiko kredit Bank Mandiri tergolong predikat tinggi akibat rasio NPL yang cukup besar. Kondisi tersebut dapat terjadi akibat belum maksimalnya Bank Mandiri dalam menerapkan risiko kredit. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan manajemen risiko kredit Bank Mandiri dalam rangka menghindari kredit macet. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan check list serta menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan laporan tahunan Bank Mandiri. Informan yang digunakan adalah Petugas Bank Mandiri yang bertugas di bagian risiko kredit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah menerapkan risiko kredit dengan baik. Bank Mandiri mengukur, memantau dan mengelola risiko untuk setiap debitur baik individual, sektor ekonomi maupun seluruh portofolio kredit. Dalam mengelola risiko kredit, di antaranya Bank Mandiri menerapkan sistem rating dan menetapkan standar dan prosedur pemberian kredit guna mendukung terciptanya suatu proses pemberian kredit yang sehat dengan tetap mempertimbangkan risk dan return. Analisa kredit diterapkan mulai dari hal-hal yang bersifat umum yang mencakup peran manajemen, perhitungan jumlah cadangan (PPAP) dan penghapusbukuan secukupnya, perenapan manajemen risiko kredit secara terpadu, disiplin kredit, dan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi pejabat kredit. Dalam analisa kredit, Bank Mandiri juga menganalisa secara ketat prosedur pemberian kredit dan melakukan administrasi kredit dengan baik. Dengan hasil demikian, maka pihak Bank Mandiri seharusnya tidak hanya mempertimbangkan aspek prospek usaha yang akan dijalankan oleh calon debitur dalam menilai kelayakan kredit yang akan diberikan, namun juga harus mempertimbangkan track record usaha yang sudah dijalankan oleh calon debitur. Selain itu, perlu adanya program pelatihan yang dijalankan secara intensif kepada para Satuan Kerja Kredit yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dalam menganalisa kredit yang diajukan oleh calon debitur.

One of bank which nowadays get the public focus because non performing loan is Bank Mandiri. Credit risk of Bank Mandiri categorize high effect of big NPL ratio. It condition can be happened by the effect of less Bank Mandiri in applying the credit risk. Therefore, this research aimed to know the applying of credit risk management of Bank Mandiri for avoid the non performing loan. The research approach used qualitative approach. Data collected through interview, check list and secunder data obtained from financial statement and annual report of Bank Mandiri. Informan used is commisioned of Bank Mandiri employee at credit risk division. Result of research indicate that PT Bank Mandiri have applied the good credit risk. Bank Mandiri measure, watching and managing risk for every debitor individually, economic sector and also all credit portofolio. In managing credit risk, Bank Mandiri also apply the system rating and specify the standard and procedure of credit gift utilize to support the creation of healthy credit gift process fixed consider the risk and return. Analyse the credit applied start from things having the character of public including management role, reserve tally (PPAP) and write off sufficiently, applied management of credit risk inwroughtly, credit discipline, and management of education and training for credit employee. In credit analysis, Bank Mandiri also analyse tightly the procedure of credit gift and doing the credit administration better. According the result of research, Bank Mandiri shouldn't only consider the aspect of effort prospect to be run by debitor candidate in assessing credit elegibility to be given, but also have to consider the track record of performance debitor candidate. Others, need the existence of training program run intensively to all credit employee which aim to increase the competence in analysing credit raised by debitor candidate.

Kata Kunci : Manajemen Risiko,PT Bank Mandiri,Kredit Macet, Credit Risk Management and Non Performing Loan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.