Laporkan Masalah

Analisis sistem pengukuran kinerja kantor cabang pembantu sebagai pusat laba pada PT Bank Tabungan Negara (Persero)

PRIYANTO, Paulus Puspo, Supriyadi, Dr.,M.Sc

2005 | Tesis | Magister Manajemen

Dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat, Bank BTN harus mampu meningkatkan kinerja perusahaan. Peningkatan kinerja perusahaan tersebut tidak terlepas dari peningkatan kinerja tiap-tiap kantor sebagai saluran distribusi yang berhubungan langsung dengan nasabah. Berdasarkan data, hampir 50% jaringan kantor yang dimiliki oleh Bank BTN adalah Kantor Cabang Pembantu, sehingga keberhasilan pencapaian kinerja perusahan tergantung kepada pencapaian kinerja Kantor Cabang Pembantu. Tulisan ini mempelajari sistem pengukuran kinerja yang diterapkan pada Kantor Cabang Pembantu Bank BTN, yaitu untuk mengetahui apakah sistem pengukuran kinerja yang diterapkan dapat berfungsi sebagai alat pengendalian manajemen bagi perusahaan serta untuk mempelajari bagaimana memfungsikan Kantor Cabang Pembantu tersebut sebagai pusat laba. Dalam penelitian ini penulis melakukan perbandingan antara Sistem pengendalian manajemen yang meliputi pusat pertanggungjawaban dan Sistem pengukuran kinerja yang diterapkan di Bank BTN, khususnya pada Kantor Cabang Pembantu dengan landasan teori dalam literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum Bank BTN telah menerapkan sistem pengendalian manajemen sesuai dengan apa yang dijelaskan di dalam literatur, terutama yang diterapkan pada unit fungsional pada Kantor Pusat maupun pada Kantor Cabang, tetapi tidak pada Kantor Cabang Pembantu. Kantor Cabang Pembantu tidak ditetapkan sebagai pusat laba, padahal secara alamiah karena lokasinya yang berbeda tempat dengan Kantor Cabang Induknya, serta ditinjau dari kewenangan dan tanggungjawabnya Kantor Cabang Pembantu layak untuk ditetapkan sebagai pusat laba.

While dealin g with the tightened business competition, Bank BTN should improve its competitive advantage. The company’s performance, however, cannot be separated from the achievement of its branches, which serve as the bank’s main distribution channels. Internal data show that, almost 50% of Bank BTN’s office networks are sub branches. The Bank’s performance, therefore, would depend on its sub branches’ accomplishment. This thesis is trying to evaluate the performance measurement system conducted in Bank BTN sub branches, i.e. to identify whether the performance measurement system conducted meet its function as management control system and to evaluate how to revitalize sub branches as profit center. In this research the author compares management control system (including responsibility center) and performance measurement system conducted in Bank BTN, based on literatures and theoretical framework. The research’s outcome indicates that in general Bank BTN has implemented management control system already, especially in the Head Office and the Branch Office functional units, but not in Sub Branches. Sub Branches are not defined as profit center despite the fact that its location, authority and responsibility they are feasible to be.

Kata Kunci : Pengendalian Manajemen,Sistem Pengukuran Kinerja,Pusat Laba, Management Control System, Performance Measurement System, Profit Center


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.