Laporkan Masalah

Pengaruh merger PT Siloam Glenagles Health Care Tbk dan PT Baligraha Medikatama Tbk terhadap likuiditas dan profitabilitas perusahaan baru

NAKOH, Albert, Supriyadi, Dr.,M.Sc

2005 | Tesis | Magister Manajemen

Untuk menghadapi tantangan bisnis yang tajam dan berat, berbagai alternatif strategi dilakukan para pengusaha, baik dari segi keuangan, produktivitas, efisiensi, sumber daya manusia, riset dan pengembangan, strategi pemasaran, perluasan pasar, perbaikan mutu produk, transfer teknologi dan sebagainya dalam rangka mengembangkan dan memantapkan stabilitas usahanya, maka merger merupakan salah satu upaya bagi perusahaan untuk terus dapat hidup dan berkembang, ketimbang dia harus mendirikan perusahaan baru atau menutup usahanya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah merger, khususnya merger PT. Siloam Glenagles Health Care Tbk. ke dalam PT. Baligraha Medikatama Tbk. akan dapat memperbaiki konFdisi keuangan perusahaan, terutama dalam rangka meningkatkan likuiditas dan profitabilitas perusahaan. Penelitian ini dilaksanakan di Bursa Efek Jakarta, khususnya emiten atau perusahaan publik PT. Siloam Gleanagles Health Care Tbk yang melakukan merger dengan PT. Baligraha Medikatama Tbk. Waktu penelitian dilaksanakan tanggal 5 Desember 2004 sampai dengan 14 Januari 2005. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif digunakan untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan kedua sebelum dan setelah merger, dengan cara melakukan analisis rasio berupa rasio likuiditas dan profitabilitas. Nilai rasio likuiditas dan profitabilitas disajikan dalam bentuk persentase. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa merger antara PT. Siloam Glenagles Healht Tbk, dengan PT. Baligraha Medikatama, Tbk dilaksanakan berdasarkan Rapat Umum Luar Biasa para pemegang saham No. 57 tanggal 5 Januari 2000 yang dibuat dihadapan Notaris Ny. Rukmansanti Handjastya, SH. Penggabungan badan usaha tersebut pelaksanaannya secara efektif akan dilakukan pada tanggal 31 Januari 2000. Sejak tanggal tersebut PT. Baligraha Medikatama, Tbk mengambil alih seluruh kegiatan usaha dan nilai buku aktiva, kewajiban dan modal PT. Siloam Glenagles Health Care, Tbk, Selanjutnya PT. Siloam Glenagles Health Care, Tbk bubar. Merger kedua perusahaan ini berbentuk merger horisontal, karena kedua perusahaan memiliki bidang yang sama yaitu bergerak dalam industri farmasi, termasuk penyediaan dan pengolahan obat-obatan untuk manusia dan hewan, serta kedua badan usaha tersebut setara tingkatannya. Bentuk penggabungan, penggolongan, akuntansi penggabungan usaha dan motivasi pengabungan sebagaimana dilakukan oleh PT. Siloam Glenagles Health Care, Tbk dan PT. Baligraha Medikatama, Tbk terdapat kemampuan ekonomis yang secara riil diterima oleh PT. Siloam Glenagles Health Care, Tbk, namun dari sisi pembayaran pajak, perusahaan akan mengajukan fasilitas bebas pajak. Hal ini dilakukan karena seluruh aktiva, beban hutang kepada pihak ketiga dan hutang modal saham perusahaan, dialihkan kepada PT. Baligraha Medikatama, Tbk. Berdasarkan analisis rasio likuiditas, diperoleh nilai rasio Current Ratio (CR) meningkat dari 69,98% menjadi 448,25%, nilai rasio Quick Ratio (CR) meningkat dari 68,83% menjadi 441,76%. Sedangkan dilihat dari analisis rasio profitabilitas, yaitu nilai rasio Gross Profit Margin (GPM) meningkat dari 18,48% menjadi 18,65%, Operating Profit Margin (OPM), meningkat dari 12,64% menjadi 12,76%, Net Profit Margin (NPM) meningkat dari 12,11% menjadi 12,15%, Return On Asset (ROA) menurun dari 29,15% menjadi 21,36% dan Return On Equity (ROE) menurun dari 26,79% menjadi 25,47%. Dilihat dari sisi likuiditas dan profitabilitas perusahaan pengambilalih yaitu PT. Baligraha Medikatama, Tbk. dapat disimpulkan bahwa langkah penggabungan badan usaha tersebut cukup berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Hal ini tercermin dari nilai-nilai rasio likuiditas setelah merger dibandingkan dengan sebelum merger. Hasil perhitungan likuiditas menunjukkan kenaikan yang signifikan. Ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak produktif dalam menjalankan aktiva lancar, sedangkan profitabilitas memiliki kecenderungan positif tetapi berbeda secara signifikan, bahkan rasio ROA dan ROE memiliki kecenderungan menurun karena banyak asset yang yang tidak produktif. Saran yang dapat disampaikan adalah PT. Baligraha Medikatama, Tbk hendaknya perlu mengevaluasi kembali aktiva yang kurang produktif, sehingga perusahaan dapat mengoptimalkan perolehan laba. Jika perlu, aktiva yang kurang produktif dapat dijual atau dikonversi menjadi kas. Di samping itu, untuk menurunkan resiko finansial yang timbul dari penggabungan usaha (merger) dan meningkatkan nilai perusahaan, maka hendaknya perusahaan menurunkan biaya bunga (financial cost) dengan cara mencairkan deposito berjangka untuk mengurangi hutang bank, karena suku bunga kredit bank lebih tinggi dibandingkan suku bunga deposito (penghematan biaya bunga).

To deal with the competitive and difficult business challenges, a wide variety of strategy alternatives taken by the entrepreneurs, either from financial, market expansion, product quality improvement, technology transfer aspects, etc. in order to develop and establish their business stability, then merger is one of efforts for the company to be able to survive and develop, rather it to establish a new company and shutdown its business. The goal in conducting this research is to know whether a merger, especially merger of PT. Siloam Gleneagles Health Care Tbk. to PT. Baligraha Medikatama Tbk will be able to improve the company financial conditions in order to improve the company liquidity and profitability. This research conducted at Jakarta Stock Exchange, in particular public company PT. Siloam Gleneagles Health Care Tbk conducting merger with PT. Baligraha Medikatama Tbk. Research taken place on 5th December, 2004 to 14th January, 2005. The data analysis method applied in this research is descriptive method. Descriptive method used to know the second company financial performance before and after merger, by conducting ratio analysis in form of liquidity and profitability. The ratio value of liquidity and profitability presented in percentage. Based on the research results can be known that merger between PT. Siloam Gleneagles Health Care Tbk, with PT. Baligraha Medikatama, Tbk conducted based on Extraordinary Meeting of Shareholders No. 57 dated 5th January 2000, made before Notary Mrs. Ruhmansanti Handjastya, SH. The merger of the enterprises implemented effectively on 31st January 2006. Since the date PT. Baligraha Medikatama, Tbk takes over all the business activities and the value of asset book, obligations and equity PT. Siloam Gleneagles Health Care Tbk. Further PT. Siloam Gleneagles Health Care Tbk dissolved. The merger of both these companies in form of horizontal merger, as both companies have the same business lines moving in pharmaceutical industry including in providing and processing medicines for human and animals and both enterprises equals in level. Forms of merger, classification, accounting the business merger and merger motivation as conducted by PT. Siloam Gleneagles Health Care Tbk and PT. Baligraha Medikatama, Tbk there is economical ability really acceptable by PT. Siloam Gleneagles Health Care Tbk, however from the aspects of tax payment, the company will propose tax exemption facilities. It is conducted as all the assets, liabilities to the third parties and company share liabilities, transferred to PT. Baligraha Medikatama, Tbk. Based on the liquidity ratio analysis, it is obtained the Current Ratio (CR) increased from 69,98 to 448,25%, Quick Ratio (QR) increased from 68,83 % to 441,76% . While seen from the profitability ratio analysis, namely the ratio of Gross Profit Margin (GPM) increased from 18,48% to 18,65%, Operating Profit Margin (OPM), increased from 12,64% to 12,76%, Net Profit Margin (NPM) improved from 12,11% to 12,15%, Return On Asset (ROA) declined from 29,15% to 21,36% and Return On Equity (ROE) inclined from 26,79% to 25,47%. Seen from the company liquidity and profitability the merging company namely PT. Baligraha Medikatama, Tbk. can be concluded that the merger step of the enterprise fairly influenced the company performance. It was reflected from the liquidity ratio after merger compared to before the merger. The results of liquidity calculation indicated the significant improvement. Showing that the company is not productive in running the circulating assets, while the profitability has a positive but significantly different tendency, that ROA and ROE have declined tendency as many assets are not productive. Suggestion to convey is that PT. Baligraha Medikatama, Tbk needs to reevaluated its less productive assets to the company may maximize its profits. If required, the less productive assets may be sold or converted to cash. Moreover, in order to lower the financial risks arising from the merger and improve the company value, then company should lower the financial cost by clearing the time deposit to reduce bank debts, as the bank credit interest is higher than deposit interest (interest cost saving).

Kata Kunci : Merger, Likuiditas dan Profitabilitas Perusahaan Baru, Merger Influence to PT. Baligraha Medikatama, Tbk. Liquidity and Profitability.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.