Analisis penerapan model Creditrisk+ dalam pengukuran risiko kredit di perusahaan pembiayaan konsumen
HO, Lioeng Min, Jogiyanto Hartono, Prof.Dr.,MBA
2006 | Tesis | Magister ManajemenStudi ini bertujuan untuk menghitung besarnya risiko kredit yang dimiliki perusahaan pembiayaan konsumen dengan menggunakan model CreditRisk+. Menurut model ini, risiko kredit dapat dikuantifikasi dengan menghitung besar nominal expected losses, unexpected losses, serta capital requirement. Hasil pengukuran risiko kredit tersebut perlu divalidasi dan selanjutnya dapat digunakan sebagai salah satu referensi bagi kebijakan pencadangan kredit macet (allowance for bad debt) internal perusahaan. Objek penelitian untuk thesis ini adalah portofolio pembiayaan konsumen suatu perusahaan pembiayaan yang terdiri dari pembiayaan mobil dan motor, dalam kurun waktu 2003, 2004 dan 2005. Pengukuran risiko kredit yang dilakukan memerlukan data input berupa Exposure, Default Rates, Default Rates Volatility dan Recovery Rates. Hasil dari penelitian adalah bahwa nilai expected losses menurut model CreditRisk+ adalah nilai pengukuran risiko kredit yang paling mendekati nilai annualized losses yang sesungguhnya untuk portofolio pembiayaan perusahaan di akhir tahun 2003 dan tahun 2004. Dengan demikian, nilai expected losses menurut model CreditRisk+ relatif lebih baik untuk digunakan sebagai acuan nilai pencadangan kerugian kredit. Penelitian juga menyarankan bila akan disusun ketentuan yang mengatur kebutuhan modal bagi perusahaan pembiayaan, maka kebutuhan modal yang terkait dengan risiko kredit (credit risk capital requirement), yang diperlukan oleh perusahaan pembiayaan sejenis adalah sebesar selisih antara nilai unexpected losses dengan nilai expected losses. Dan perusahaan harus membentuk cadangan kerugian kredit yang sesuai dengan nilai expected losses menurut model CreditRisk+ ini.
This paper planned to measure credit risk at a consumer finance company through CreditRisk+ model. According to this model, credit risk could be quantified by calculating their expected losses, unexpected losses, and capital requirement. The calculation result should be validated and could be used as internal policy reference for bad debt provisioning (allowance for bad debt). Research was conducted at a consumer finance portfolio for the period 2003, 2004 & 2005, and consists of car financing portfolio and motorcycle financing portfolio. This credit risk measurement need some data input such as exposure, default rates, default rates volatility and recovery rates. This research found that the expected losses value according to CreditRisk+ model were the closest credit risk measurement value to the real annualized losses value borne by company for the 2003 & 2004 financing portfolio. So, the expected losses value according to CreditRisk+ model was preferred as a reference value for bad debt provisioning. If the monetary authority would arrange some regulation regarding the capital requirement for consumer finance company, the research proposed that credit risk capital requirement should be calculated from the unexpected losses and expected losses derived from this model. Besides, the consumer finance company should provide the allowance for bad debt that complies with the expected losses value derived by this CreditRisk+ model.
Kata Kunci : Pengukuran Risiko Kredit,Creditrisk+,Expected Losses,Unexpected Losses,Allowance for Bad Debt,Credit Risk Capital Requirement,credit risk measurement, CreditRisk+, expected losses, unexpected losses, allowance for bad debt, credit risk capital requirement