Strategi perusahaan PT (Persero) Angkasa Pura II menghadapi perubahan Undang-undang Republik Indonesia No.15 tahun 1992 tentang penerbangan
WINAHJOE, Soeryo, Hani Handoko, Dr.,MBA
2006 | Tesis | Magister ManajemenAdanya rencana pemerintah untuk merevisi Undang-undang No.15 tahun 1992 tentang penerbangan, di mana pada rancangan perubahan tersebut jasa pelayanan lalu lintas udara akan dipisahkan dari jasa pelayanan bandar udara, yaitu akan dibentuk ATS single provider (suatu BUMN baru). Kebijakan pemerintah ini akan membawa dampak yang sangat signifikan terhadap pendapatan PT AP II, karena sampai saat ini pendapatan dari sektor aeronautika masih mendominasi (hampir 60 %) pendapatan perusahaan. Adanya perubahan tersebut, perusahaan dipacu untuk mengembangkan usahanya dari sektor non-aeronautika; dan, untuk mewujudkan usaha tersebut diperlukan strategi baru guna menghadapi arena kompetitif yang baru (new competitive landscape). Atas dasar hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan rerangka strategi PT AP II dalam menghadapi berbagai perubahan tersebut. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan data sekunder, sedangkan dalam memformulasikan strategi digunakan rerangka strategi diamond dari Hambrik dan Fredrickson (2001). Dengan menggunakan rerangka tersebut, strategi yang diusulkan bagi PT AP II adalah (1) Hub Airport Strategy, pengembangan sebagai Hub Airport untuk wilayah Asia Tenggara bagi penerbangan internasional dan domestik; (2) Airport City Strategy, melengkapi pelayanan kebandarudaraan yang sesuai dengan kebutuhan airline dan penumpang; dan (3) Property Airport Strategy, memanfaatkan lahan di sekitar bandara sebagai fasilitas penunjang industri logistik kargo dan kawasan berikat. Sehingga dengan didapatkannya ketiga strategi tersebut, penelitian ini berimplikasi kepada Manajemen PT AP II untuk melakukan melakukan perubahan terhadap struktur organisasi perusahaan dan proses bisnis yang terfokus pada ketiga strategi tersebut.
The government plans to revise UU No. 15 Tahun 1992 in which on the draft stated that air traffic service will be separated from the airport service—that is the making of ATS Single Provider (a new stated owned company). This policy will lead to such significant impact toward the income of PT. AP II, since the income obtained from aeronautics sector give the biggest contribution (almost 60%) to the total income of PT. AP II. This condition urges PT. AP II to develop another business in nonaeronautics sector; and such new strategies need developing to face the new competitive landscape. Based on this circumstance, the research was aimed to formulate strategic framework of PT. AP II in facing various changing environments. Descriptive method using secondary data was used as research method, whereas strategic framework from Hambrik and Fredrickson (2001) was used to formulate strategies. Using this strategic framework, the suggestions to PT. AP II could be stated as follow: (1) Hub Airport Strategy; the development of Hub Airport in Southeast Asia region for international and domestic flights, (2) Airport City Strategy, to equip the airport services comply with airplanes and passengers needs, and (3) Property Airport Strategy, by optimizing spaces around airport as support facilities to cargo/logistics industries and linked area. Three strategies mentioned above imply to the management of PT. AP II to change organizational structure and business processes more focus using those strategies.
Kata Kunci : Industri Kebandarudaraan,Strategy Diamond,Kebijakan Kebandarudaraan, Airport policy, Diamond strategy, and Airport Industry.