Laporkan Masalah

The Role of communication in building strategic concensus :: a Phenomenological study in Suara Merdeka daily newspaper

SESAMI, Gautama Jatining, Hani Handoko, Dr.,MBA

2005 | Tesis | Magister Manajemen

Banyak dari perusahaan juga telah menyadari bahwa untuk mampu berkompetisi, mereka harus memiliki strategi yang bagus kemudian menyesuaikan struktur, kepemimipinan, sistem serta kebijakan yang lain sesuai dengan strategi yang telah mereka kembangkan. Sayangnya, kebanyakan dari strategi yang telah dikembangkan ini tidak pernah mencapai hasil yang diharapkan. Terkadang kegagalan ini disebabkan karena adanya faktor eksternal – seperti munculnya pesaing baru serta terjadinya fluktuasi ekonomi. Namun terkadang, penyebab dari kegagalan ini disebabkan karena faktor internal – kegagalan dalam menerapkan strategi yang telah ditetapkan sebelumnya, proses internal serta kurangnya tindakan yang diperlukan dalam mewujudkan strategi yang telah dipersiapkan (Noble, 1999). Kebanyakan dari penelitian yang dilakukan hanya berkaitan dengan bagaimana cara menentukan strategi yang baik bagi sebuah perusahaan (Miles & Snow, 1978; Porter, 1980). Hal ini cukup mengherankan, karena strategi yang paling baik pun akan sia-sia tanpa adanya sebuah penerapan dari perusahaan yang bersangkutan. Hal ini memiliki kaitan dengan konsensus terhadap strategi, yang menjadi topik utama dalam penelitian ini. Pembahasan mengenai peranan komunikasi dalam proses pembuatan sebuah strategi telah banyak diabaikan dalam literatur-literatur strategi yang hanya memandang komunikasi hanyalah sebagai unsur taktis dalam pembahasan strategi sebuah perusahaan. Sebagian dari tugas yang harus dilakukan oleh para manajer adalah menyampaikan strategi yang telah dibuat kepada para bawahannya dan mendefinisikannya sedemikian rupa hingga dapat dimengerti dengan baik sesuai dengan peran masing-masing bawahan. Adalah tugas dari para manajer untuk memastikan bahwa strategi tersebut menjadi sebuah prioritas dan para bawahan terfokus bagi tercapainya strategi yang telah ditetapkan. Selama dua dekade terakhir ini, pengaruh dari kepuasan berkomunikasi dalam sebuah organisasi dan hubungannya dengan komitment terhadap organisasi menjadi variabel penting dan menarik bagi para peneliti di bidang komunikasi organisasi (Varona, 2002) Proses pembangunan sebuah konsensus juga tergantung pada kecakapan sosial seorang manajer. Manajer mungkin memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai strategi dari sebuah organisasi yang ditanganinya, namun apabila mereka tidak memiliki hubungan sosial yang baik dengan bawahannya, akan sangat sulit bagi seorang manajer untuk mendapatkan suatu konsensus dari bawahannya terhadap strategi perusahaan yang ditanganinya. Jaringan sosial dalam sebuah organisasi telah banyak digunakan untuk menentukan hubungan sosial berdasarkan pada hubungan pertemanan, rasa saling percaya, komunikasi dan bahkan konflik antar kelompok yang terjadi (Krackhardt and Hanson 1993; LaBianca, Brass, and Gray 1998). Penelitian ini akan dimulai dengan memahami strategi Harian Umum Suara Merdeka, keadaan internal serta bagaimana para manajer di Suara Merdeka saling berkomunikasi satu sama lain dalam rangka membangun sebuah konsensus dari strategi tersebut. Dengan memahami proses komunikasi serta keadaan internal perusahaan inilah kita akan dapat memahami implikasi dari proses komunikasi antar manajer di Suara Merdeka terhadap konsensus mengenai strategi yang ada di Suara Merdeka.

For many years, a general thesis in the management literature has been that an organization strategy determines its organizational design. Companies have long known that, to be competitive, they must develop a good strategy and then appropriately realign structure, system, leadership, leadership behavior, human resources policies, culture, values, and management processes. Too often, though, these strategies never come to realization – the expected result fails to materialize. Sometimes these failures were caused by the external factors of the company, such as the competitors move into the market, the economic change etc. Frequently, though, the cause of this failure came from the internal factors, the breakdown in the implementation, the internal processes, and events needed to bring a strategy to life (Noble, 1999). However, the implementation of strategies is often neglected in research. Much more research has been done on choosing the right strategy for a business (Miles & Snow, 1978; Porter, 1980). The disinterest in implementation is quite astonishing, because formulated strategies have little value to a company without implementation. This is related to the strategic consensus, which is the topic of the study. Discussion of the role of the communications function in the strategic decision making process has been neglected in the strategy literature, which views communications as a primarily tactical function. It has long been recognized that effective and appropriate communication is a vital ingredient in the success of change programs (Lewin, 1951; Goodstein & Warner- Burke, 1991; Kotter, 1996). Part of each manager’s job is communicating the strategy to their team and redefining it in a way that is understood in their area. It’s a manager’s responsibility to make sure their employees’ priorities and time are focused on achieving the strategy. Great deal of communication takes place in the context of the organization. A large body of literature and theory has been written about human communication in organizations. Over the past two decades, the constructs of communication satisfaction and organizational commitment have been important variables of interest to organizational communication researchers (Varona, 2002) The consensus-building process relies on a manager’s social adroitness as well. Managers may be highly knowledgeable about the organization, but if they are poorly connected to the internal social network of the management structure, it will be difficult to attain consensus. Social networks within organizations have been used in the past to determine social connectivity based on friendship, trust, communication, and even intergroup conflict (Krackhardt and Hanson 1993; LaBianca, Brass, and Gray 1998). This research will begins by understanding the strategy of Suara Merdeka daily newspaper, understanding about the company’s internal conditions and the way of Suara Merdeka’s managers in communicating to each others to build the strategic consensus among them. By understanding the communication processes, we will understand the implication of the Suara Merdeka’s communication process to the strategic consensus among managers. This matter might seem so simple, but yet, it is so hard to do. This “communicating to build strategic consensus” might become the greatest challenge for a company to face.

Kata Kunci : Komunikasi Antar Manajer,Strategi Perusahaan,Pembangunan Konsensus,Strategi Perusahaan, Suara Merdeka’s Strategy, Communication Processes, Strategic Consensus Building Processes.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.