Reaksi pasar terhadap pengumuman Stock Splits berdasarkan Abnormal Return dan Bid-Ask Spread slema krisis dan setelah krisis moneter periode 1997-2003 di Bursa Efek Jakarta
SYARIF, Syafril, Indra Wijaya Kusuma, Dr.,MBA
2005 | Tesis | Magister ManajemenAlasan dilakukannya stock sp lit dan bagaimana pengaruhnya terhadap saham perusahaan yang bersangkutan telah diperdebatkan oleh banyak peneliti. Stock split hanya merupakan perubahan yang bersifat kosmetik, hanya mempengaruhi jumlah lembar saham yang beredar tanpa merubah proporsi kepemilikan saham oleh investor. Survey yang dilakukan atas motivasi manajer yang melakukan pemecahan saham menunjukkan untuk menarik lebih banyak pemegang saham, meningkatkan likuiditas saham dan menjaga agar harga saham tetap berada pada tingkat yang optima l. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari bukti empirik apakah terdapat perbedaan abnormal return dan likuiditas perdagangan saham secara signifikan sebelum dan setelah stock split dilakukan. Berdasarkan pandangan umum yang menyatakan bahwa stock split akan meningkatkan keuntungan investor dan memperbaiki likuiditas, maka akan dibuktikan generalisasi pendapat tersebut dalam dua kondisi ekonomi yang berbeda, yaitu dugaan bahwa volatilitas harga saham di seputar stock split akan lebih tinggi pada periode selama krisis dibanding setelah krisis ekonomi. Dalam penelitian ini, penulis membatasi periode yang akan diteliti. Bagian pertama adalah periode selama krisis ekonomi, sedangkan yang kedua adalah periode setelah krisis ekonomi. Uji statistik yang digunaka n adalah statistik parametric matched pair t-test. Karena variable bersifat random dan saling independen serta variable random terdistribusi normal. Pada intinya pengujian ini menentukan perbedaan rata-rata dua sample yang didasarkan pada perbedaan ratarata dua sampel. Dari kedua hipotesis utama mengenai pengaruh stock split terhadap respon pasar di indonesia, maka dari hasil penelitian memberikan jawaban bahwa terdapat perbedaan abnormal return yang signifikan selama periode stock split baik pada periode selama krisis maupun setelah krisis ekonomi. Juga terdapat perbedaan likuiditas perdagangan saham yang diukur dengan persentase bid-ask spread yang signifikan sebelum dan setelah stock split baik pada periode selama krisis maupun setelah krisis ekonomi.
The reason conduct stock split and it influence to stock become discussing by researcher lately. Survey that conduct by motivation of manager that doing stock split show tha t attract more stockholder, increase stock liquidity and keep stock in optimal level. Objective of this research is seek empirical evidence in question of is there any difference between abnormal return and liquidity of stock trading significantly before a nd after stock split conducted. Based on common opinion which stock split will increase investor profit and fixing liquidity we trying to opinion generalization proved into two economy condition that totally different which is suggestion that price stock volatilities around stock split will higher in crisis compared with after crisis. In this research, researcher has to make limitation about period of object that will be test. First part is during economy crisis and second part is after economy crisis. This research conducted statistic test with parametric matched pair t-test because there is two variables which is randomly variable that independent each other and randomly variable that normally distribution. The point of this test is to determine the difference of two samples average that based on the difference of two samples average. From both main hypotheses about stock split influence to market response in Indonesia, we conclude that there is difference of abnormal return significantly during stock split weather economy crisis or after. There is difference of stock trading liquidity before and after stock split weather economy crisis or after.
Kata Kunci : Stock Splits, Abnormal Return, Bid-Ask Spread