Laporkan Masalah

Analisis pemasaran dan permodalan di Sentra Industri Keramik Kasongan, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta

SUDIARTO, Robertus Megi, Ertambang Nahartyo, Dr.,M.Sc

2006 | Tesis | Magister Manajemen

Perhatian terhadap pengembangan UKM telah meningkat secara luar biasa pasca krisis moneter yang melanda Asia pada tahun 1997. Data menunjukkan bahwa banyak negara bisa cepat bangkit atau bahkan tidak terpengaruh oleh badai krisis karena ketangguhan UKM-nya. Struktur industri di Indonesia masih didominasi oleh UKM, dengan proporsi yang konsisten di atas 99% dan sangat berperan penting sebagai penyedia lapangan kerja di Indonesia. Perkembangan UKM di Indonesia tidak lepas dari berbagai macam masalah, seperti halnya di negara-negara lain. Hasil survei BPS tahun 1998 menunjukkan bahwa ada lima masalah utama yang dihadapi UKM di Indonesia, yaitu: (1) keterbatasan modal; (2) kesulitan pemasaran; (3) keterbatasan sumber daya manusia; (4) kesulitan pengadaan bahan baku; dan (5) penggunaan teknologi tradisional. Batasan masalah dalam penelitian ini adalah aspek pemasaran dan permodalan UKM. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis masalah pemasaran dan permodalan UKM dengan mengambil kasus di Sentra Industri Gerabah Kasongan, Bantul, D.I. Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari tiga bagian, yaitu: manajemen pemasaran, strategi pemasaran, dan permodalan. Metode pengambilan sampel penelitian ini adalah convenience sampling dan melibatkan para pengusaha gerabah di Kasongan yang berjumlah 34 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pengusaha merencanakan produknya berdasarkan pesanan dan strategi produk yang digunakan adalah mempertahankan ciri khas. Penentuan harga didasarkan pada tingkat kesulitan pembuatan produk dengan strategi memberikan potongan harga atau diskon untuk produknya.. Sebagian besar responden menyatakan mereka melakukan promosi untuk produknya dengan memberikan bonus bila membeli produk dalam jumlah tertentu. Kebanyakan pengusaha menjual produknya hanya di Kasongan dengan strategi distribusi yang dipilih adalah penjualan melalui distributor atau pengecer. Sumber modal atau modal awal usaha mayoritas berasal dari milik sendiri dan tidak ada modal yang seluruhnya berasal dari pihak lain. Kesulitan permodalan yang dialami sebagian besar pengusaha adalah kesulitan modal kerja. Bank dan keluarga adalah dua sumber modal pinjaman yang menjadi tujuan sebagian besar pengusaha bila mengalami kesulitan modal.

The attention to Small and Medium Enterprises’ (SMEs) development has increased significantly after monetary crisis in Asia in 1997. Data shows that many countries in Asia were not affected by the crisis because of the strength of the SMEs. Industrial structure in Indonesia is still dominated by SMEs with its consistent proportion (above 90%) and its important role in providing employement. However, the development still has many problems. Surveys conducted by BPS in 1998 shows that there are five main problems faced by SMEs in Indonesia: (1) capitalization; (2) marketing; (3) human resource; (4) raw material supplies; and (5) traditional technology. This research will discuss only marketing and capitalization aspects out of the five. The purpose of this research is to analyze marketing and capitalization aspects faced by The Ceramics Industrial Center in Kasongan. Research uses primary data which is collected by using a three-part questionnaire: marketing management, marketing strategy, and capitalization. It uses convenience sampling method and involves 34 owners of ceramic producers as the respondents. Result shows that most respondents designs their products based on order and applies product strategy by maintaining the production characteris tics. Price is based on level of product complexity and applies discounted price strategy. Most respondents states to promote their products by offering bonus for extra purchasing quota. Most sell their products only in Kasongan and use distribution channels as agents or retailers. Most of invested capital comes from private fund. Working capital problem is faced by most of the respondents. Banks and families are two biggest choices for them when they face capitalization problems.

Kata Kunci : Manajemen Pemasaran,Industri Keramik,Strategi Pemasaran,Industri Keramik, SME, marketing management, marketing strategy, capitalization


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.