Laporkan Masalah

Pengembangan strategi bersaing PT Kereta Api (Persero) tahun 2005-2010

PRAWOTO, Prihadi Kelan, Ertambang Nahartyo, Dr.,M.Sc

2005 | Tesis | Magister Manajemen

Penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan strategi bersaing bagi PT. Kereta Api (Persero) tahun 2005-2010 dilakukan dengan menggunakan metoda deskriptif dengan menggunakan berbagai dokumen data sekunder dan wawancara kepada Manajemen PT. Kereta Api (Persero). Berdasarkan hasil analisis yang telah didapat bahwa (1) faktor eksternal yang memiliki pengaruh dominan terhadap strategi PT. Kereta Api (Persero) adalah kebijakan pemerintah terutama yang berkaitan dengan kebijakan sistem transportasi nasional yang terpadu agar tidak terjadi saling mematikan antara moda transportasi. Seperti yang terjadi saat ini moda transportasi kereta api eksekutif jalur Jakarta-Surabaya bersaing dengan moda pesawat terbang yang mampu memberikan tarif yang sangat murah untuk jalur yang sama. Untuk itu peran kebijakan pemerintah dalam mewujudkan sistem transportasi nasional yang terpadu sangat diperlukan bagi perkembangan semua moda transportasi yang ada di Indonesia. (2)Faktor internal yang memiliki pengaruh dominan terhadap strategi PT Kereta Api (Persero) adalah 1) moda transportasi yang memiliki keunggulan, sebagai angkutan berat dan masal jarak pendek, sedang dan jauh serta menembus jantung kota dan hemat bahan serta energi dan 2) memiliki diferensiasi terif yang sangat beragam, dan image masyarakat sebagai moda yang nyaman, aman, santai dan tingkat keselamatan tinggi. Namun faktor lainnya yang menjadi pengaruh adalah kemampuan perusahaan dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan masih dirasakan foktor kelemahan, sehingga faktor tersebut merupakan indikasi kelemahan terbesar yang berpengaruh terhadap strategi perusahaan. (3) Berdasarkan identifikasi faktor eksternal dan internal tersebut maka strategi yang sesuai dengan kondisi masa depan adalah strategi diferensiasi. Strategi diferensiasi bagi PT. Kereta Api (Persero) seperti yang diungkapkan diatas didasarkan pada masih tingginya minat penumpang dalam memanfaatkan jasa kereta api kelas bisnis dan eksekutif. Indikasi ini diperlihatkan melalui kontribusi pendapatan kereta api kelas komersial yang memberikan kontribusi diatas 50 % dibandingkan unit usaha lainnya. Namun demikian strategi diferensiasi yang diusulkan tentunya memiliki perbedaan dengan strategi yang dijalankan saat ini. Strategi yang diusulkan lebih pada kualitas pelayanan pada kereta api kelas komersial yang setara dengan kualitas pelayanan moda transportasi pesawat terbang, seperti ketepatan waktu, kenyamanan dan keselamatan.

This research was aimed to obtain 2005-2010 competitive strategy for PT. Kereta Api (Persero). Descriptive method was employed to explore relevant secondary documents and interviews with the management of PT Kereta Api (Persero). Results showed that (1) the external factor which had dominant influence toward PT Kereta Api (Persero) was the government policy which related whit integrated national transportation system policy, so that there will be no contra-productive condition among. transportation modes.Recently, Jakarta-Surabaya train mode facing real head to head challenge with airplane mode transportation which able giving very low fare for the same destination.For the such reason, government policy in creating integrated transportation system is needed for the development all transportation modes in Indonesia, (2) the internal factor which had dominant influence toward PT Kereta Api (Persero) was 1) the competitive transportation mode such as heavy weight and mass transportation in short, medium, and long distance, and also able to enter the central city, low-used of energy; 2) train transportation mode has very variety different fares and the perception of people in seeing that train transportation mode is comfort, relax, and safety.. However, the weakness factor such as service quality for customers still existed. It could be seen as the biggest weakness factor influencing company strategy. (3) based on external and internal factors above, the fit strategy for PT. Kereta Api (Persero) in the future is differentiation strategy. Differentiation strategy for PT. Kereta Api (Persero) as explained above was based on aptitude of passengers in using business and executive class. This indication had been showed by the 50 % income contribution for commercial class. The proposed strategy is more emphasized to service quality in commercial class as good as the service quality in airplane transportation mode such as on time schedule, comfort and safety.

Kata Kunci : Strategi Bersaing,PT Kereta Api,Moda Transportasi Kereta Api,Transportasi,Strategi Bersaing,


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.