Laporkan Masalah

Potensi retribusi pelayanan persampahan/kebersihan di Kota Mataram tahun 2004

WINAYA, Putu, Drs. Ari Sudarman, M.Ec

2005 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung potensi penerimaan retribusi pelayanan persampahan/kebersihan, menghitung jenis dan jumlah sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam mengoptimalkan pengelolaan persampahan. Selain itu penelitian ini juga mengkaji kebijakan dengan mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman Dinas Kebersihan Kota Mataram. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diolah dari hasil identifikasi dan wawancara dengan pejabat Dinas Kebersihan Kota Mataram yang langsung menangani pengelolaan persampahan. Data sekunder diperoleh dari BPS, Dispenda, Bappeda, dan Dinas Kebersihan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis perhitungan potensi, analisis kecukupan dan analisis SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa potensi penerimaan retribusi pelayanan persampahan/kebersihan tahun 2004 cukup besar yaitu sebesar Rp2.781.198.000,- per tahun. Dibandingkan dengan realisasinya sebesar Rp683.692.750,- berarti hanya 24,58% dari potensi. Untuk mencapai hasil yang maksimal sesuai dengan potensi syaratnya adalah seluruh wajib retribusi harus mendapatkan pelayanan. Hasil analisis kecukupan menunjukkan bahwa untuk memaksimalkan pelayanan dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai berupa gerobak dorong 523 unit, TPS 262 unit dan kendaraan truk 65 unit. Setelah dikurangi dengan sarana yang telah ada masih dibutuhkan tambahan gerobak dorong 283 unit, TPS 7 unit dan kendaraan truk 23 unit. Melalui peningkatan kapasitas angkut kendaraan dump truk dan pick up terdapat efisiensi biaya pengangkutan sebesar Rp99.925.320,- per tahun. Untuk mendukung optimalisasi pengelolaan retribusi diperlukan suatu kebijakan melalui perencanaan strategis dengan menggunakan analisis SWOT, dan hasilnya menunjukan bahwa Dinas Kebersihan memiliki peluang dan kekuatan sehingga strategi yang diterapkan mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif.

The present research was aimed to count a revenue potency of trash heap/cleaning service retribution, to count the kind and total mean and infrastructure required to optimize the trash heap management. In addition, this research has investigated as well the policy by identifying the strength and weakness, threat and opportunity at the Cleanliness Department of Mataram City. Data used was primary and secondary data. The earlier was processed of identification result and interview with the Cleanliness Department Official of Mataram City that handling the trash heap management. The later was obtained from BPS, Dispenda, Bappeda and the Cleanliness Department. The analysis method used was the potential calculation analysis, sufficiency analysis and SWOT analysis. The result show that revenue potency of trash heap/cleaning sevice retribution in 2004 was great enought that is about Rp2,781,198,000,- each year. If to compared his realization a bout Rp683.692.750,- that means 24,58% with the potency. To attain a maximal result in accordance with potency, the requirement is that all retribution obligator have to obtain the service. The result of sufficiency analysis indicate that to maximize the service was required the mean and infrastructure adequate for garbage cart 523 unit, box garbage 262 unit and truck 65 unit. From the calculation with the has infrastucture, that mean requared garbage cart 238 unit, box garbage 7 unit and truck 23 unit. Through increasing transport cavacity of dump truck and pick up vehicles there is efficiency of transport cost about Rp99.925.320,- each year. To support optimization of retribution management was necessary a policy through strategic plan by using SWOT analysis, and the result show that the Cleanliness Department has opportunity and strength so that strategy applied might supports an aggressive growth policy.

Kata Kunci : Potensi Retribusi,Pelayanan Persampahan/Kebersihan, Retribution, potency, the garbage, infrastructure


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.