Penentuan kawasan pesisir sebagai pusat pertumbuhan wilayah di Kabupaten Pidie Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, 2005
ISNAINI, Prof. Dibyo Prabowo, Ph.D
2006 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanTujuan pokok penelitian ini adalah untuk menentukan kecamatankecamatan di kawasan pesisir yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan wilayah di Kabupaten Pidie dan mengetahui interaksi antara kecamatan-kecamatan di kawasan pesisir sebagai pusat pertumbuhan wilayah dengan kecamatan-kecamatan lain sebagai daerah sekeliling (hinterland). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri dari data fasilitas ekonomi, fasilitas sosial dan fasilitas pemerintahan, jumlah penduduk, jarak antarkecamatan, perkembangan PDRB Kabupaten Pidie tahun 2005. Pendekatan yang digunakan adalah analisis skalogram, analsis gravitasi dan analisis model logit. Hasil analisis skalogram teridentifikasi tiga kecamatan yang berpotensi menjadi pusat pertumbuhan di Kabupaten Pidie, yaitu Kecamatan Sigli, Mutiara Barat dan Meureudu. Masing-masing kecamatan memiliki hinterland. Kecamatan Kota Sigli (Pusat Pertumbuhan I) dengan hinterland Kecamatan Pidie dan Simpang Tiga. Kecamatan Mutiara Barat (Pusat Pertumbuhan II) memiliki daerah hinterland yaitu Kecamatan Mutiara Timur dan Tiro. Kecamatan Meureudu (Pusat Pertumbuhan III) memiliki daerah hinterland yaitu Kecamatan Meurah Dua dan Ulim. Hasil analisis model logit menunjukkan satu variabel yang berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan wilayah di kawasan pesisir.
The main objective of this research is to determine the subdistricts in coastal region that potentially as a growth centre in Pidie Regency and to determine interaction between the subdistricts in coastal region as a growth centre and its hinterlands. The approaches used were the scalogram analysis, gravitation analysis and logit model analysis. Secondary data are used in this research, comprises economic facilities, social facilities, government facilities, population, the distance between subdistricts, the gross domestic regional product of the Pidie Regency in 2005. The approaches used were the scalogram analysis, gravitation analysis and model logit. The scalogram analysis result identified three subdistricts that potentially become growth centres in Pidie Regency, that is Sigli, Mutiara Barat and Meureudu. Each of subdistricts have hinterlands. Sigli Subdistrict (The Centre of Growth I) with the hinterland of Pidie Subdistrict and Simpang Tiga Subdistrict. Mutiara Barat Subdistrict (The Centre of Growth II) had the hinterland of Mutiara Timur and Tiro Subdistrict. Meureudu Subdistrict (The Centre of Growth III) had the hinterland of Meurah Dua Subdistrict and Ulim Subdistrict. The logit model analysis result found one variables that affect the coastal region growth.
Kata Kunci : Pesisir,Pusat Pertumbuhan Wilayah, Growth Centre, Interaction and Hinterland