Laporkan Masalah

Analisis kluster dan pertumbuhan tenaga kerja Industri Kecil Rumah Tangga (IKRT) Sulawesi Tenggara, 1999 dan 2003

RUSLI, Mudrajad Kuncoro, Ph.D

2006 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi lokasi kluster IKRT berdasarkan jumlah tenaga kerja dan nilai tambah di Sulawesi Tenggara pada tahun 1999 dan 2003; 2) menganalisis industri andalan yang ada di Sulawesi Tenggara tahun 1999 dan 2003; dan 3) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pertumbuhan tenaga kerja IKRT di Sulawesi Tenggara pada tahun 1999 dan 2003. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data panel yang melibatkan tujuh variabel independen, yakni jumlah tenaga kerja, nilai tambah, upah, bapak angkat, kluster industri, umur perusahaan dan unpaid dengan variabel dependen adalah pertumbuhan tenaga kerja IKRT pada tahun 1999 dan 2003. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sistem Informasi Geografis (SIG), Indeks Regional Krugman dan regresi berganda (OLS). Hasil analisis SIG menunjukkan bahwa di Sulawesi Tenggara pada tahun 1999 dan 2003, baik dari segi tenaga kerja maupun nilai tambah, lokasi kluster industri diidentifikasi ada di Kabupaten Buton. Analisis dengan indeks Regional Krugman tahun 1999 menunjukkan bahwa Kabupaten Buton memiliki industri andalan ISIC 33, Kabupaten Kendari ISIC 31, Kabupaten Kolaka ISIC 31, Kabupaten Muna ISIC 36, dan Kota Kendari ISIC 38. Pada tahun 2003 Kabupaten Buton memiliki industri andalan ISIC 36, Kabupaten Kolaka ISIC 31, Kabupaten Kendari ISIC 31, Kabupaten Muna ISIC 36, dan Kota Kendari ISIC 31 dan ISIC 33. Selanjutnya juga ditemukan adanya pola perbedaan karakteristik industri antardaerah, di mana lokasi daerah yang berdekatan cenderung memiliki karakteristik industri yang hampir sama. Hasil analisis regresi berganda, 6 dari 7 variabel independen menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan IKRT. Keenam variabel signifikan tersebut adalah tenaga kerja (1,319; p < 0,01), unpaid ( 1,359; p < 0,01), bapak angkat (3,814; p < 0,01) dan kluster industri (1,156; p < 0,1), upah (0,015; p < 0,05), dan nilai tambah (0,003; p < 0,05).

The objectives of study are 1) to indentified cluster location of IKRT based on labors and add value in South East Sulawesi 1999 and 2003; 2) to analyzed main industry in South East Sulawesi 1999 dan 2003; 3) to analyzed determinants of IKRT labors growth in South East Sulawesi 1999 and 2003. The data that was used is panel data include seven independent variables, labors, add value, wage, partnership, industry cluster, age of bussiness unit and unpaid with dependent variable is IKRT labors growth 1999 and 2003. The analysis that was used in this study are GIS, Krugman’s Index and multiple regression (OLS). The result of GIS was showed that in South East Sulawesi in 1999 and 2003 showed industry cluster was identified in Buton Regency compared another regions. From Krugman’s Index analysis in 1999 showed that Buton Regency has mainstay industry in ISIC 33, Kendari Regency in ISIC 31, Kolaka Regency in ISIC 31, Muna Regency in ISIC 36, and Kendari Town in ISIC 38. In 2003 Buton Regency has mainstay industry in ISIC 36, Kolaka Regency in ISIC 31, Kendari Regency in ISIC 31, Muna Regency in ISIC 36, and Kendari Town in ISIC 31 and 33. And next, indicated any pattern of industry difference characteristic between region, where the nearest location has similar industry characteristic. The result from regression analysis, four from seven of independent variables showing significant result to IKRT labors growth. These six of significant variables are labors (1,319; p < 0,01), unpaid ( 1,359; p < 0,01), partnership (3,814; p < 0,01), industry cluster (1,156; p < 0,1), wage (0,015; p < 0,05), and add value (0,003; p < 0,05).

Kata Kunci : Tenaga Kerja,Industri Kecil Rumah Tangga,Industri Kecil Rumah Tangga,Analisis Kluster


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.