Pengaruh pengembangan sektor jasa terhadap sektor-sektor ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta :: Analisis input output
NURJANAH, Titik Retno, Dra. Ch. Suparmi, SU
2006 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengukur derajat keterkaitan sektor tersier dengan sektor-sektor perekonomian Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, serta menghitung angka pengganda output, dan angka angka pengganda kesempatan kerja sektor tersier di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil penelitian diharapkan berguna bagi pemerintah daerah dalam penyusunan perencanaan pembangunan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahap berikutnya. Data yang digunakan adalah data sekunder antara lain Tabel Input Output 64 sektor Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2000 serta data tenaga kerja dengan periode yang sama. Data diperoleh di Badan Pusat Statistik Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sektor jasa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah sektor jasa perdagangan, jasa restoran, jasa perhotelan, jasa angkutan kereta api, jasa angkutan jalan raya, jasa angkutan udara, jasa angkutan laut dan sungai, jasa penunjang angkutan, jasa komunikasi, jasa bank, asuransi dan lembaga keuangan lainnya, jasa sewa bangunan/sewa tanah dan jasa perusahaan, jasa pemerintahan dan pertahanan, jasa sosial kemasyarakatan swasta, jasa hiburan dan rekreasi, dan jasa perorangan dan rumah tangga. Alat analisis yang digunakan adalah Analisis Input Output, khususnya analisis keterkaitan dan angka pengganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor tersier yang mempunyai keterkaitan ke depan dan ke belakang tinggi adalah sektor jasa perdagangan dan jasa restoran. Sektor yang mempunyai angka pengganda output tertinggi adalah sektor restoran, sedang yang mempunya angka pengganda kesempatan kerja tertinggi adalah sektor jasa perorangan dan rumah tangga. xii
This research is aimed to account the linkages degree, the output multiplier, the employment multiplier, and examine impact among tertiary sector and economics sectors in Daerah Istimewa Yogyakarta. The result is hoped to be beneficial to local government in arranging the next periode of the development planning program. The data used is secondary data such the input output table for Daerah Istimewa Yogyakarta province in 2000 include 64 sectors, as well as the number of labour at the same period. They are obstained for Central Bureau of Statistic of Daerah Istimewa Yogyakarta Province. Tertiary sector in this research are wholesale and retail trade, hotels, restaurants, railway transportation, highway transportation, air transportation, sea and river transportation, services allied to transportation, communication, bank, insurance, and non bank financial institution, building rental/land rental, and business services, government administration and defence, social and community services, amusement and recreation services, and personal and household services. The problem are analilized by using input output models, espescialy linkages and impact analysis. The result shows that tertiary sectors which has hight level forward and backward linkages are restaurant and trade sectors. Restaurants sector is sector with highest output multiplier, and personal and hausehold sector is highest in employment multiplier in tertier sector.
Kata Kunci : Derajat Keterkaitan Sektor Jasa,Pengembangan Sektor Jasa,Perekonomian Yogyakarta