Pre-Feasibility Study pembangunan Morotai sebagai Free Trade Zone Tahun 2006
HANGEWA, Stevy Roriwo, Dr. Masykur Wiratmo
2006 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPre-Feasibility Study Pembangunan Morotai Sebagai Free Trade Zone (FTZ) dilakukan di Pulau Morotai Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara. Studi ini bertujuan untuk mengetahui potensi yang dimiliki Morotai dalam upaya pengembangannya sebagai FTZ, menilai ketersediaan infrastruktur pendukung FTZ dan memberi basis bagi studi kelayakan pembangunan Pulau Morotai sebagai FTZ. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder diperoleh dari BPS, Bappeda Propinsi Maluku Utara, Bappeda Kabupaten Halmahera Utara dan Kantor Kecamatan Morotai Selatan. Analisis data yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil studi menunjukan bahwa Pulau Morotai memiliki potensi yang terbatas untuk dikembangkan sebagai FTZ. Selain itu diketahui pula bahwa infrastruktur yang ada di pulau morotai belum tersedia dengan memadai, baik itu berupa sarana transportasi, kelistrikan, air, telekomunikasi serta sarana penunjang lainnya. Sehingga studi kelayakan tidak perlu dilanjutkankan ke tahap yang berikut.
Pre-feasibility study of a Free Trade Zone (FTZ) was held in Morotai Island North Halmahera Regency Province North Maluku. This study was aim to know the potential of Morotai for FTZ development, evaluate requisite of supporting infrastructure for FTZ and to give a base for feasibility study of FTZ development in Morotai The data used in this research are secondary data. The secondary data were taken from BPS, Bappeda of North Maluku Province, Bappeda of North Halmahera Regency and Office of South Morotai District. Analyzing tools being used in the research is qualitative method. Hasil studi menunjukan bahwa Pulau Morotai memiliki potensi yang terbatas untuk dikembangkan sebagai. Selain itu diketahui pula bahwa infrastruktur yang ada di pulau morotai belum tersedia dengan memadai, baik itu berupa sarana transportasi, kelistrikan, air, telekomunikasi serta sarana penunjang lainnya. Sehingga studi kelayakan tidak perlu dilanjutkankan ke tahap yang berikut. The result of the study shows that Morotai island did not have adequate resources for FTZ. Besides that, there is founded that infrastructure in Morotai island is not sufficient enough, like transportation, electricity, water, telecommunication the other supporting infrastructure. Because of that, feasibility study to decided to no go to developing FTZ in Morotai.
Kata Kunci : Studi Kelayakan Pembangunan,Free Trade Zone,Pre,Feasibility Study, pre-feasibility study, free trade zone