Laporkan Masalah

Analisis Assessment Ratio terhadap pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan :: Studi kasus di Kabupaten Jayawijaya

SOHILAIT, Lukas Christian, Prof. Eduardus Tandelilin, Ph.D

2006 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis perbedaan penetapan PBB dengan nilai pasar di Kabupaten Jayawijaya, untuk menganalisis progresivitas/ regresivitas dalam penetapan nilai jual dan untuk menganalisis kerugian akibat hilangnya potensi pajak. Dalam penelitian ini beberapa faktor penting yang dianalisis adalah NJOP, Nilai pasar wajar serta assessment ratio penetapan pajak Bumi dan Bangunan, di mana akan dilihat apakah penentuan Pajak Bumi dan Bangunan dalam hal ini penetapan NJOP telah sesuai dengan nilai pasar. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara data sampel sebanyak 160 data tersebar di daerah perdesaan dan perkotaan Kabupaten Jayawijaya. Alat analisis yang digunakan adalah pengukuran tendensi sentral untuk mengetahui nilai mean dan median Hasil penelitian menunjukkan bahwa Assessment ratio rata-rata untuk daerah perdesaan sebesar 0,59 dan perkotaan sebesar 0,49 dan rata-rata untuk gabungan perdesaan dan perkotaan sebesar 0,52 jauh dibawah standart IAAO yakni 0,95-1,10. Kesimpulannya adalah bahwa penetapan pajak bumi dan bangunan terjadi Under assessment di mana penetapan pajaknya masih jauh dari yang diharapkan, atau tidak sesuai dengan nilai pasar. Nilai test untuk assessment progresivitas/regresivitas kedua daerah diperoleh hasil bahwa t-hitung adalah positif, sesuai standart IAAO bahwa bila t-hitung positif maka menggambarkan terjadinya progresivitas, artinya nilai properti yang tinggi dinilai pada tingkat yang tinggi dan nilai properti yang rendah dinilai pada tingkat yang rendah. Indikasi kehilangan potensi pajak sebesar Rp9,8 Milyar/ tahun, hal ini ditunjukkan dengan mean gabungan sebesar 0,52 dan standar pokok target PBB adalah Rp12 Milyar.

This study purposed to analyze the difference between property tax (PBB) implementation and market value in Jayawijaya Residence, to analyze Progressivity/Regressivity on deciding sale value and to analyze loss suffered because of tax potency lost. In this study some of important factor that had been analyzed are NJOP, natural market value, and also assessment ratio of PBB implementation, where we will see whether PBB determination in this case has had NJOP implementation which appropriate with the market value. Data collecting method that used in this study is sample data way with 160 data spread in rural areas and urban in Jayawijaya Residence. Analysis tool that used is central tendency measuring to know mean and median value. The study result showed that assessment ratio mean for rural areas is 0.59 and urban is 0.49. And mean for rural and urban coalition is 0.52, far under IAAO standard that is 0.95 – 1.10. The conclusion is that in PBB implementation has occurred Under Assessment where the tax implementation is still far away from we expected, or not appropriate with the market value. From test value for assessment progressivity/regressivity in both areas, obtained result that t value is positive, appropriate with IAAO standard that positive t value described a progressivity, means that high property value assessed in high level and a low property value assessed in low level. Tax potency lost indication is Rp9.8 billion/ year, this is showed with coalition mean 0.52 and main standard PBB target Rp12 billion.

Kata Kunci : Pajak Bumi dan Bangunan,Assessment Ratio,Pajak dan Under Assessment,Assessment Ratio, Assessment Ratio, Tax, Under Assessment.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.