Pertumbuhan ekonomi dan perubahan penggunaan tanah di Kabupaten Sleman provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
PRASETYO, Priyo Katon, Drs. Ahmad Jamli, MA
2005 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pertumbuhan ekonomi, serta untuk mengetahui adanya perubahan struktural perekonomian dan besarnya perubahan penggunaan tanah yang diakibatkan oleh perubahan struktur perkonomian di Kabupaten Sleman. Selain itu penelitian ini juga untuk mengetahui besarnya penyusutan dan peningkatan jenis-jenis penggunaan tanah yang berada di Kabupaten Sleman. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sekunder, berupa data produk domestik regional bruto (PDRB), dan jenis serta luas penggunaan tanah Kabupaten Sleman yang di peroleh dari kantor statistik Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, serta data produktifitas tanaman padi dan konsumsi beras Kabupaten Sleman yang di peroleh dari Dinas Pertanian Kabupaten Sleman dari tahun 1973 sampai dengan 2003. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tingkat pertumbuhan, laju pertumbuhan dan kontribusi, analisis overlay, analisis trend dan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi rata-rata /tahun 5,06 %, pertumbuhan tertinggi terjadi 1974 sebesar 17,87% dengan nilai total sebesar Rp385.292 juta, sementara tingkat pertumbuhan terrendah terjadi pada tahun 1998 sebesar – 8,04% dengan total nilai sebesar Rp1.377.089 juta. Perubahan struktur perekonomian terjadi pada tahun 1975 dari primer ke tersier yang di dominasi oleh sektor jasa-jasa dengan menyebabkan perubahan penggunaan tanah 1 Ha, perubahan ini dari tanah tegalan menjadi pekarangan. Perubahan struktur perekonomian terjadi lagi pada tahun 1993 dari sektor primer ke sekunder yang didominasi oleh sektor bangunan dengan menyebabkan perubahan penggunaan tanah sebesar 102 Ha (penyusutan tanah sawah), berubah menjadi tegalan 18 Ha, pekarangan 41 Ha dan penggunaan tanah lain-lain 43 Ha. Perkembangan perubahan penggunaan sawah cenderung ke arah negatif (- 0,58%/tahun) atau seluas 161 Ha Per tahun, luas tanah sawah cenderung terus berkurang dari tahun ke tahun, sampai tahun 2003 penyusutan mencapai 4416 Ha atau 15%, demikian juga dengan tanah tegalan – 0,11% atau 7 Ha/tahun, penyusutan mencapai 214 Ha atau 3,21%.Di prediksikan luas tanah sawah di Kabupaten Sleman akan habis pada tahun 2138, sedangkan tanah tegalan akan habis pada tahun 2245. Akan tetapi kebalikannya dengan penggunaan tanah pekarangan dan lain-lain cenderung mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, kenaikan tiap tahunnya mencapai 0,70% atau 106 Ha, peningkatan mencapai 3566 Ha atau 23,35%, sedangkan pada penggunaan tanah lain-lain mengalami kenaikan 0,43% atau 33 Ha, peningkatan mencapai 1064 Ha atau 13,66%.
This research aimed to find out the value of economy growth as well as to find out the structural alteration of economics and the amount of land use changes as the consequences of structural alteration of economics in Kabupaten Sleman. Besides, this research also aimed to find out the amount of reduction and escalation types of land use in Kabupaten Sleman. This research used secondary data, such as Gross Regional Domestic Product (GRDP), along with land use types and extensive in Kabupaten Sleman those adopted from Provincial Statistics Department, rice plant productivity data and rice consumption in Kabupaten Sleman which adopted from Kabupaten Sleman Agricultural Department in 1973 until 2003. This research used analysis method, such as growth level analysis, growth and contribution rate, overlay analysis, trend analysis and descriptive analysis. Result showed that the average of economy growth was 5,06% a year, the highest growth happened in 1974 which was 17.87% with the total value Rp385.292 million, while the lowest growth in 1998 for -8.04% with the total value Rp 1.377.089 million. The structural alteration of economics happened in 1975 from primary to tertiary which dominated by service sectors those lead to 1 Ha land use alteration, from tanah tegalan to pekarangan. The structural alteration of economics happened again in 1993 from primary to secondary sector that dominated by building sector that lead to land use alteration for 102Ha (the decrease of tanah sawah), that changed to tegalan 18 Ha, pekarangan 41 Ha and other land use 43 Ha. The growth of tanah sawah alteration inclined to negative (-0.58%/year) or 161 Ha/year. The extensive of tanah sawah inclined to decrease year by year, until 2003 the reduction reached 4416 Ha or 15%, thus also happened for tanah tegalan - 0.11% or 7Ha/year. The reduction reached 214 Ha or 3.21%. The predicted extensive of tanah sawah at Kabupaten Sleman will be used up in 2138, it olso happened to tanah tegalan in 2245. While the contrary happened to pekarangan and other land use inclined to escalate as year by, the escalation was 0.70% or 106 Ha per year, the escalation was 3566 Ha or 23.35%, while other land use also increased about 0.43% or 33 Ha, the escalation reached 1064 Ha or 13.66%.
Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi,Perubahan Penggunaan Tanah