Kebutuhan investasi dan komoditi unggulan subsektor perkebunan di Kabupaten Bengkayang
ALPINUS, Wahyu Widayat, M.Ec
2006 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk:(1) Menghitung kebutuhan investasi subsektor perkebunan di Kabupaten Bengkayang, tahun 2006-2010 (2) mengidentifikasikan komoditi unggulan pada subsektor perkebunan di Kabupaten Bengkayang. Data yang digunakan adalah data sekunder dalam bentuk runtut waktu (time series) selama 5 tahun antara tahun 2000-2004, terdiri dari data PDRB Kabupaten Bengkayang, data produksi komoditi perkebunan Kabupaten Bengkayang dan Provinsi Kalimantan Barat, APBD/APBN dan data realisasi investasi (pemerintah dan swasta) untuk subsektor perkebunan. Alat analisis yang digunakan adalah analisis ekonomi regional (Shift-share, Location Quotient, proyeksi PDRB, perhitungan ICOR dan perhitungan kebutuhan investasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) kebutuhan investasi untuk subsektor perkebunan dengan asumsi pertumbuhan rata-rata 4,77% dan ICOR 4,24 adalah sebagai berikut; untuk tahun 2006 sebesar Rp29.520,07 juta, tahun 2007 sebesar Rp32.034,73 juta, tahun 2008 sebesar Rp34.764,78 juta, tahun 2009 sebesar Rp37.727,08 juta, dan tahun 2010 sebesar Rp40.939,70 juta. (2) hasil analisis LQ dan shift share menunjukkan bahwa komoditi unggulan untuk subsektor perkebunan di Kabupaten Bengkayang adalah; karet dan lada.
This research is aimed to (1) calculate required investment in the estate crops subsector of Bengkayang regency periode of years 2006-2010. (2) identify leading commodity (competitive advantage) in estate crops subsector of Bengkayang regency. The data that used was the time series secunder data in 5 years in 2000-2004, those were the data of GRDP of the Bengkayang regency, production estate crops Bengkayang regency and Kalimantan Barat province, regional budget, real investment (government and privat) for estate crops subsector. Analytical tools that used were economic regional analysis (Shift-share, Location Quotient, ICOR calculation and required investment calculation). The result of this analysis are as follow: (1) the required investment for estate crops subsector with assumption average growth economic 4,77% and the ICOR 4,24 for 2006 is Rp29,520.07 million, for 2007 is Rp32,034.73 million, for 2008 is Rp34,764,78 million, for 2009 is Rp37,727.08 million and for 2010 is Rp40,939.70 million. (2) the result LQ and shift share analysis of leading commodity for estate crops subsector in Bengkayang regency is rubber and pepper.
Kata Kunci : Kebutuhan Investasi, komoditi unggulan, Required investment, leading commodity