Laporkan Masalah

Pengaruh teknologi Inseminasi Buatan (IB) terhadap pendapatan petani ternak sapi potong di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah

SUKARMININGSIH, Soetatwo Hadiwigeno, Ph.D

2006 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan petani ternak sapi potong antara yang menggunakan inseminasi buatan (IB) dan yang kawin alam, membandingkan pendapatan petani ternak sapi potong yang menggunakan IB dan yang kawin alam dan mengetahui bangsa sapi yang memberikan pendapatan tertinggi bagi petani ternak sapi potong yang menggunakan IB. Lokasi penelitian dipilih secara sampel random stratifikasi (Stratified random sampling) dan pemilihan sampel dipilih secara random 30 responden IB dan 30 responden yang kawin alam. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan responden dan data sekunder. Analisis regresi model probabilitas linier digunakan untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi pilihan petani ternak sapi potong antara yang menggunakan IB dan yang kawin alam, analisis uji beda dua ratarata untuk mengetahui perbedaan pendapat antara yang menggunakan IB dan yang kawin alam dan analisis anova untuk mengetahui bangsa sapi (Brahman, Simmental, Limousin) yang memberikan pendapatan tertinggi bagi peternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keikutsertaan peternak dalam penyuluhan IB dan harga jual pedet meningkatkan probabilitas petani ternak sapi potong untuk menggunakan IB sedangkan frekuensi kawin menurunkan probabilitas petani ternak sapi potong untuk menggunakan IB. Pendapatan peternak yang menggunakan IB berbeda nyata (P ≤ 0,05) dan lebih tinggi dibandingkan yang menggunakan kawin alam. Pendapatan ekonomi mengalami kerugian, yang IB sebesar Rp280.676 dan yang kawin alam sebesar Rp693.561, sedangkan pendapatan tunai Rp2.402.266 untuk yang IB dan Rp1.976.333 untuk yang kawin alam. Bangsa Brahman– Simmental, Brahman– Limousin berpengaruh signifikan terhadap pendapatan ekonomi dan pendapatan tunai sedang bangsa Simmental-Limousin tidak berpengaruh signifikan. Bangsa Limousin memberikan pendapatan tertinggi. Kesimpulan bahwa inseminasi buatan memberikan pendapatan lebih besar dibandingkan yang kawin alam.

The objective of this study was to determine the factors affecting the farmer chose wheather using Artificial Insemination (AI) or natural services, to compare the farm income between two choices above, and to identify those choises which gave the highest income to farm breeder using AI. Location of the research selected by stratified random sampling and the selection sample selected by 30 AI respondent and 30 natural services respondent as random. Data collected through interviewing respondents and also secondary data. Regression model with linear probability use to determine the factors affecting why the farmer should chose AI technology or natural services, t test analyse use to determine defferences an income average between AI and natural services, and Anova analyse was used to determine which option of breed (Brahman, Simmental, Limousin) that can give farmers highest income. The result of this research shows that the joining of the farmer in AI counselling and sells price of calf increase the farmer probability to use AI, while the breeding frecuency decrease the farmer probability to use AI. The farm income using AI had a significant differences (P ≤ 0,05), and can give higher income than using natural services. AI economical income Rp-280.676, with natural services Rp-693.561, AI farm net cash flow Rp2.402.266 (for AI) and Rp1.976.333 (for natural services). Brahman-Simmental, Brahman-Limousin breed had a significant effect to economical income, and farm net cash flow but does not either with Simmental-Limousin breed. Limousin breed can give the highest income. From all these fact and argument can be concluded that AI give higher income than natural services.

Kata Kunci : Pendapatan Petani Ternak Sapi Potong,Inseminasi Buatan, Beef cattle, Artificial Insemination (AI), farm breeder income


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.