Laporkan Masalah

Ketimpangan pertumbuhan ekonomi antar kabupaten/kota di provinsi Jawa Barat, 1993-2002

SUDARMA, Prihatna, Dr. Soetatwo Hadiwigeno, MA

2005 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan klasifikasi tipologi daerah kabupaten/kota yang ada di Provinsi Jawa Barat dan untuk menganalisis derajat ketimpangan pertumbuhan ekonomi yang terjadi antarkabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat pada kurun waktu 1993-2002. Hal ini perlu dilaksanakan untuk memberikan masukan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat agar dapat merumuskan kebijakan pembangunan dengan tepat sehingga pemerataan pembangunan dapat dicapai. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang terdiri dari PDRB riil, PDRB per kapita riil dan data jumlah penduduk di kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat dalam kurun waktu 1993-2002. Data tersebut diperoleh dari beberapa referensi terutama dari BPS Jawa Barat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan pertumbuhan dan pendapatan per kapita di Provinsi Jawa Barat dapat diklasifikasikan menjadi empat kelompok. Pertama, Kabupaten/kota maju dan tumbuh cepat yaitu Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cirebon ,dan Kabupaten Bekasi. Kedua , Kabupaten /kota berkembang cepat yaitu Kabupaten Majalengka, Kota Bogor, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang dan Kabupaten Sukabumi. Ketiga, Kabupaten /kota Maju tapi Tertekan yaitu Kota Sukabumi dan Kabupaten Purwakarta. Keempat, Kabupaten/kota Relatif Tertinggal yaitu Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Bogor, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Indramayu. Terjadinya kesenjangan antar kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat pada periode 1993-2002 cukup bervariasi . Tingkat pemerataan tertinggi terjadi pada tahun 1993 yaitu sebesar 0,05 berdasarkan angka Indeks Williamson tingkat kesenjangan antar kabupaten/kota di Provinsi Jawa yang tertinggi terjadi pada tahun 1995 yaitu sebesar 0,34 dengan indeks Williamson.

This study is purposed to determine classification of Regional Typology of regencies/cities those occur in West Java Province and to understand economic growth imbalance level among the regencies/cities in West Java in West Java year 1993-2002. This is need to be performed to give input toward governments of regencies/cities in West Java then they can formulate development policy accurately then they can achieve developmental distribution evenly. This study uses secondary data those consist of real PDRB, real per capita of PDRB during 1993-2002 and population data in each regency/city in West Java Province. The data are obtained from some references especially West Java Statistic Bureau. The result in this study show that based on growth and income per capita regency/city in West Java province can be classified into four group. First, advance and rapid growth regencies/cities namely Bandung Regency, Bandung City, Cirebon City and Bekasi Regency. Second, Regency/city with rapid development namely Majalengka regency, Bogor City, karawang Regency, Subang Regency, and Sukabumi Regency. Third, Advanced Regency/City but in strained namely Sukabumi City anda Purwakarta Regency. Fourth, Underdevelopment Regency/City namely Cianjur Regency, Garut Regency, Tasikmalaya Regency, Ciamis Regency, Kuningan regency, Cirebon Regency, Bogor Regency, Sumedang Regency and Indramayu Regency. The occurrence of gap among the regencies/cities in West Java province during period 1993-2002 are in various. The highest even level occur in year 1993 namely amount to 0,05 based on Williamson Index Number, the highest gap level between regencies/cities in West Java Province occurs in year 1995 namely amount to 0,34 with Williamson Index.

Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Ketimpangan Antar Daerah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.