Perbedaan Pendapatan Petani Penggaduh pada Program Pengembangan Agribisnis Sapi Potong Pola Tastura di Kabupaten Lombok Tengah tahun 2003 :: Studi kasus di Kelompok Tani Makmur Desa Murbaya Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah
ASMADIA, Adam, Soetatwo Hadiwigeno, Ph.D
2006 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan (1) pendapatan petani penggaduh periode I dengan penggaduh periode II (2) pendapatan petani pengguna kawin alam dan Inseminasi Buatan (IB) dan mengetahui ras sapi yang memberikan pendapatan paling tinggi melalui kawin IB pada Program Pengembangan Agribisnis Sapi Potong Pola Tastura yang dilakukan di Kelompok Tani Makmur Desa Murbaya Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara kepada responden yang masing-masing periode terdiri dari 35 orang petani, dan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Alat analisis yang digunakan adalah analisis fungsi pendapatan untuk mengetahui pendapatan petani dan analisis variance (F-test) untuk mengetahui perbedaan pendapatan antara petani penggaduh. Hasil Analisis pendapatan menunjukkan rata-rata pendapatan bersih petani penggaduh periode I adalah sebesar Rp315.897,1 lebih kecil dibandingkan rata-rata pendapatan bersih petani penggaduh periode II sebesar Rp1.280.893,1 dan hasil uji F pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara pendapatan kedua periode. Hasil Analisis pendapatan menunjukkan rata-rata pendapatan bersih petani pengguna kawin alam sebesar Rp336.909,7 lebih kecil dibandingkan pengguna kawin IB sebesar Rp992.044,9 dan hasil uji F pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara pendapatan kedua sistim perkawinan ternak. Hasil Analisis pendapatan menunjukkan bahwa kawin IB menggunakan ras simental menghasilkan pendapatan bersih paling tinggi sebesar Rp1.187.323,3 dibandingkan ras bali dan brangus masing-masing sebesar Rp352.272,5 dan Rp1.155.270,6. Hasil analisis anova Post Hoc Tests (Multiple Comparisons) pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara ras bali dengan ras brangus dan antara ras bali dengan ras simental, serta tidak terdapat perbedaan yang nyata antara ras simental dengan ras brangsus.
This research has purposed to compare (1) the tenant farmer income in period I and period II (2) income of farmer using natural breeding method versus the farmer using Artificial Insemination and to find out the cow race which giving the highest income through Artificial Insemination breeding in the Agribusiness Development Program of Tastura Pattern Beef Cattle which were implemented in Makmur Group, Murbaya Vilage, Subistrict of Pringgarata, Regency of Central Lombok. Data used in this research was primary and secondary data. Primary data was obtained from interview to respondent that in each period consist of 35 farmers, and secondary data obtained from related instance. The analysis instrument used was income function analysis to know the farmer income and variance analysis (F-test) to know the difference of income among the tenants farmer. The result of income analysis show that the average net income of tenant farmer period I was Rp315,897.1 smaller than the average net income of tenant farmer period II about Rp1,280,893.1 and the result of F-test on the reliable level 95% show that there was significant difference among income of both period. The result of income analysis show that the average net income of user farmer on natural breeding was about Rp336,909.6 smaller than the user of Artificial Insemination breeding about Rp992,044.8 and the result of F-test on the reliable level 95% show that there was significant difference between income of both livestock breeding system. The result of income analysis show that Artificial Insemination breeding use simental race produce the highest net income about Rp1,187,323.3 than bali race and brangus race each about Rp352,272.5 and Rp1,155,270.6. The result of anova analysis Post Hoc Test (Multiple Comparison) on the reliable level 95% show that there was significant difference between bali race and brangus race and between bali race and simental race, and there was no significant difference between simental race and brangus race.
Kata Kunci : Program Pengembangan Agribisnis Sapi Potong,Pendapatan Bersih,Penggaduh Sapi Potong,net income, natural breeding, artificial insemination