Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, 2000-2004
HARIMAN, Lincolin Arsyad, Ph.D
2006 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan PDRB sektoral, belanja publik, tingkat pengangguran, kualitas manusia dan kredit usaha kecil terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Barat selama 2000 - 2004. Fokus masalah yang diangkat adalah seberapa besar pengaruh pembangunan ekonomi dan sosial terhadap tingkat kemiskinan di Nusa Tenggara Barat. Variabel yang digunakan meliputi PDRB sektoral, belanja publik, tingkat pengangguran, kualitas manusia dan kredit usaha kecil dengan data sekunder yang meliputi seluruh kabupaten/kota berjumlah 35 unit observasi. Alat analisis yang digunakan merupakan gabungan analisis deskriptif dan regresi data panel yang menggunakan regresi OLS, Variabel Boneka dan GLS (Generalized Least Squares). Hasil analisis menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dan sosial berpengaruh signifikan dalam menjelaskan variasi tingkat kemiskinan. Secara parsial, pertumbuhan PDRB sektor non pertanian berpengaruh negatif dan signifikan dengan elastisitas sebesar 6,03, sedangkan sektor pertanian berpengaruh signifikan dengan arah hubungan yang positif. Belanja publik tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan, demikian pula dengan tingkat penggangguran. Kualitas manusia bersifat inelastis dan berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan kredit usaha kecil bersifat elastis (1,97) dan signifikan dalam penurunan kemiskinan. Hasil studi menyarankan hal-hal sebagai berikut. Pertama, pemerintah harus memberikan perhatian pada pengembangan sektor non pertanian dengan mengeluarkan kebijakan yang memberi insentif dan meningkatkan peran swasta. Kedua, mengembangkan keterkaitan dan jaringan antara usaha kecil dan lembaga keuangan guna memberdayakan usaha kecil yang memberikan manfaat bagi masyarakat miskin. Ketiga, peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai faktor kunci pengentasan kemiskinan pada kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat melalui perluasan program pendidikan formal dan non formal sesuai kebutuhan masyarakat miskin.
This research aims to analyze the effect of sectoral growth of Real Gross Regional Domestic Product, public expenditure, unemployment rate, human resources quality and small enterprise credit on poverty rate in West Nusa Tenggara Province from 2000 to 2004. The research main question addressed is how far social and economic development affecting poverty rate. Data used in this research are collected from secondary sources for all regency and municipality amounts to 35 observation units. The tools of analysis uses both descriptive and panel data regression comprising OLS, Fixed Effect and Generalized Least Squares. Analysis result shows that economic and social development affect simultaneously poverty rate. Agriculture Real Gross Regional Domestic Product has positive and significant effect, while non agricultural sector has negative sign and significant with elasticity of 6.03 or more elastic to poverty rate. Meanwhile, unemployment rate and public expenditures do not give significant effect on poverty rate.The degree of human resources quality affects poverty rate with negative direction and significant. Credit disbursement for small enterprise shows negative sign and significant to affect poverty rate with elasticity of 1.93. Therefore, this research gives some advices as follows. First, government should pay more attention to develop non agricultural sector together with private sector. Second, to promote better linkages dan networking between small enterprise and finance sector to empower small scale business which has much benefit for the poor. Third, to give commitment strongly to raise human resources quality through extension of formal and non formal education that is suitable for the poor needs’.
Kata Kunci : Kemiskinan,Nusa Tenggara Barat, poverty, human resources, credit