Analisis penggunaan tertinggi dan terbaik terhadap tanah kosong :: Studi kasus di Jalan Diponegoro Nomor 27-Kota Bandung
CAHYADI, Yadi, Dr. Lincolin Arsyad, M.Sc
2006 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian mengenai penggunaan tertinggi dan terbaik (highest and best use) terhadap tanah kosong milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang terletak di Jalan Diponegoro Nomor 27 Bandung, dilakukan dengan cara analisis produktifitas properti meliputi aspek fisik dan lokasi serta aspek hukum dan peraturan menggunakan treshold testing dengan rating grid sehingga diperoleh alternatif penggunaan yang memungkinkan. Analisis selanjutnya adalah analisis pasar yaitu analisis permintaan dan penawaran pasar, serta analisis kelayakan keuangan untuk setiap usulan penggunaan. Dalam penelitian ini, data yang akan dianalisis terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer meliputi data pendapatan, sewa dan pengeluaran yang diajukan sebagai alternatif penggunaan, diperoleh dengan bentuk wawancara berstruktur, sedangkan data fisik yang meliputi ukuran, bentuk tapak, topografi, utilitas dan lain-lain diperoleh melalui observasi langsung. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan beberapa organisasi perangkat daerah pada Pemerintah Kota Bandung. Berdasarkan hasil analisis produktifitas diperoleh dua usulan penggunaan lahan yang layak dan memungkinkan yaitu penggunaan hotel dan perkantoran. Berdasarkan indikator kelayakan keuangan dengan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Pay Back Period (PBP), Rate Return on Investment (ROI), dan Benefit Cost Ratio (BCR), maka penggunaan perkantoran diindikasikan lebih baik dibandingkan hotel sehingga dapat disimpulkan bahwa alternatif penggunaan perkantoran merupakan alternatif penggunaan yang paling optimal.
The highest and best use research for the vacant land which owned by the Local Government of West Jawa at Diponegoro 27st street of Bandung, conducted with analysis of property productivity in aspect of physical, location and also law aspect and regulation, using the threshold testing and rating grid so it can be obtained a possible alternative usage. Thus, conducted with supply and demand market analysis, and also finance feasibility analysis for each usage proposal. In this research, the data to be analyzed consist of primary data secondary data. Primary data containing the incomes data, rent and expenditure that offered as alternative used, obtained from interview, while physical data containing size measure, tread’s form, topography, utility and others was obtained through direct observation. Secondary data was obtained from Statistical Center Organization (BPS) and local government’s institutions in Bandung. From the result of the analysis was gained two competent and possible farm usage proposal that is the use of hotel and office. Based on the indicator of finance feasibility by Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Pay Back Period (PBP), Rate Return on Investment (ROI), and Benefit Cost Ratio (BCR), thus, the use of office to be better indicated comparing to hotel so that can be concluded that the alternative using of office represent the most optimal.
Kata Kunci : Penggunaan Terteinggi dan Terbaik, Tanah Kosong, Produktivitas Properti, Kota Bandung