Laporkan Masalah

Peranan kegiatan usaha Tobong Gamping terhadap pendapatan dan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah

HANDAYANI, Tri, Budiono Sri Handoko, Ph.D

2006 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan atau kontribusi kegiatan usaha tobong gamping terhadap pendapatan keluarga pekerja; mengevaluasi kontribusi kegiatan usaha tobong gamping dalam menyerap tenaga kerja di sekitarnya, menilai pengaruh faktor produksi (bahan baku batu gamping, bahan bakar, curahan tenaga kerja dan kapital) terhadap produksi kapur, mengukur efisiensi penggunaan input pada kegiatan usaha tobong gamping, mengestimasi skala hasil (returns to scale) faktor produksi terhadap produksi kapur, serta menilai keuntungan dan dampak kegiatan usaha tobong gamping. Lokasi penelitian ini adalah Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan kuisioner terhadap 30 pengusaha dan 60 pekerja tobong gamping. Data sekunder diperoleh dari instansiinstansi terkait seperti Dinas Peindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Rembang, Dinas Pertambangan Energi dan Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang dan BPS Kabupaten Rembang. Alat analisis dalam penelitian ini terdiri dari: 1)rasio antara pendapatan dari bekerja di tobong gamping dengan pendapatan total pekerja, 2)uji t untuk mencari perbedaan rata-rata pendapatan pekerja, 3)rasio antara jumlah pekerja yang terserap pada kegiatan tobong gamping dengan jumlah tenaga kerja total di kecamatan lokasi tobong gamping berada, 4)uji χ2 untuk mencari perbedaan proporsi atau persentase penyerapan tenaga kerja di 3 kecamatan lokasi tobong berada, 5)metode OLS terhadap fungsi produksi Cobb Douglas yang dimodifikasi, 6)membandingkan antara NPM dengan harga input, 7)menjumlahkan koefisien regresi model yang diperoleh dari modifikasi fungsi produksi Cobb Douglas dan uji F, 8)selisih antara total penerimaan dengan total biaya, 9)analisis deskriptif untuk menilai dampak kegiatan usaha tobong gamping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan pekerja yang bekerja di tobong gamping mampu memberikan kontribusi sebesar 91,55% terhadap pendapatan keluarga pekerja tobong gamping. Pekerja yang mempunyai pekerjaan sampingan memiliki rata-rata pendapatan yang lebih besar dibanding pekerja yang hanya bekerja di tobong gamping. Rata-rata penyerapan tenaga kerja pada kegiatan tobong gamping adalah sebesar 0.41%. Berdasarkan uji χ2, diperoleh bahwa persentase atau proporsi penyerapan tenaga kerja di 3 kecamatan (Sale, Bulu dan Pamotan) berbeda secara signifikan. Dari 4 faktor produksi (bahan baku batu gamping, bahan bakar, curahan tenaga kerja dan kapital) ditemukan bahwa bahan baku batu gamping, bahan bakar, dan curahan tenaga kerja mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produksi kapur sementara itu kapital pengaruhnya tidak signifikan. Alokasi penggunaan faktor produksi terhadap produksi kapur dalam kegiatan usaha tobong gamping tidak ada yang mencapai tingkat efisien, di mana alokasi penggunaan batu kapur dan curahan tenaga kerja belum efisien, sedangkan pengalokasian bahan bakar dan kapital sudah tidak efisien lagi. Estimasi fungsi produksi memperlihatkan bahwa produksi kapur dikategorikan dalam increasing returns to scale. Hasil penghitungan keuntungan dan profitabilitas diketahui bahwa rata-rata keuntungan pengusaha tobong gamping adalah Rp1.121.578,78 dan profitabilitasnya positif yang berarti bahwa kegiatan usaha tobong gamping menguntungkan. Sementara itu dari analisis deskriptif ditemukan bahwa kegiatan ini menimbulkan dampak negatif terhadap polusi udara yang berupa debu dan gas.

The purpose of this research is to analyse role or contribution of limekiln activity towards the employee’s family income, to evaluate its contribution in absorbing labour at surrounding location of limekiln, to assess the influence of production factors (limestone, fuel, human labour day, and capital) towards lime production, to measure the efficiency of using inputs in limekiln activity, to estimate the returns to scale of production factor towards lime production, and to assess the profit and impact of limekiln activity. The research took place in Rembang regency, Central Java Indonesia. Data gathered in this research consist of primary and secondary data. Primary data was collected through out interviewing 30 employers and 60 employees from 30 limekiln. Whereas secondary data was obtained from related office including the Office of Industry-Trade-and Cooperative, the Office of Mining- Energy-and Environment, and the Regional Statistic Office. The analytical tools in this research consist of: 1)ratio between the income from limekiln activity and the total income, 2)t-test to look for the difference of employee’s average income, 3)ratio between the number of people who work in limekiln activity and the total number of working-age population in particular district where limekin activity is located, 4)χ2- test to look for the difference of proportion or percentage of labour absorbtion, 5)OLS methode for modified Cobb Douglas production function, 6)comparation of Marginal Production Value to input price, 7)suming the regression coefficient of model which is found from modified Cobb Douglas production function (5) and F-test, 8)the difference between total revenue and total cost, 9)discriptive analysis to assess the impact of limekiln activity. Result of this research show that the average income of limekiln employee is able to contribute for their family income for about 91.55%. Limekiln employee having side job has higher income than those without having side job. The average percentage of labour absorbtion in limekiln activity towards total working-age population in one district is 0.41%. Base on χ2-test, we found that the percentage or proportion of labour absorbtion in 3 districts (Sale, Bulu and Pamotan) is significantly different. From four production factors (limestone, fuel, human labour day, and capital), it is found that limestone, fuel, and human labour day are positively and significantly influencing the lime production, but capital is insignificantly influencing. None of the input allocation used in limekiln activity can reach the efficient level, whereby the allocation of limestone and human labour day is under utilise whereas the allocation of fuel and capital is over utilise. The estimated production function shows that the lime production is characterised by increasing returns to scale. From the calculation of profit and profitability, this research also found the average profit of one limekiln employer is Rp1,121,578.78 and the profitability is positive meaning that the activity of limekiln is profitable. However, from discriptive analysis we found that limekiln activity has given negative impact in the form air pollution (dirt and gas).

Kata Kunci : Cobb Douglas,Fungsi Produksi,Penyerapan Tenaga Kerja,Tobong Gamping,limestone, limekiln, Cobb Douglas production function, efficiency


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.