Laporkan Masalah

Analisis kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium terhadap penetapan tarif angkutan di Kabupaten Cirebon, 2005

SUNARTO, Prof.Dr. Iswardono Sardjono Permono, MA

2005 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan berdampak kepada kegiatan di sektor perekonomian baik yang berkaitan langsung dengan proses produksi maupun sebagai akibat adanya penggunaan sarana pendukung terhadap suatu kegiatan. Dalam penelitian ini, akan menganalisis bagaimana pengaruh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap besarnya kenaikan tarif angkutan dan berapa besarnya penetapan tarif angkutan penumpang umum di Kabupaten Cirebon tahun 2005 dengan menggunakan Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM.89 Tahun 2002 tentang Mekanisme Penetapan Tarif dan Formula Perhitungan Biaya Pokok Angkutan Penumpang Dengan Bus Umum Antar Kota Kelas Ekonomi. Dalam penelitian digunakan metode purposive sampling dalam pengumpulan data. Jumlah kuesioner yang diberikan kepada para pengemudi/pemilik kendaraan angkutan penumpang umum yang ada di wilayah Kabupaten Cirebon sebanyak 225 kuesioner, tetapi yang diisi oleh responden secara penuh sebanyak 217 kuesioner, sehingga total sampel yang analisis dalam penelitian ini sebanyak 217 responden. Hasil dari analisis dapat diketahui bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium sebesar 87,5% yang terjadi di bulan Oktober 2005 berpengaruh terhadap kenaikan tarif angkutan di Kabupaten Cirebon. Besarnya kenaikan harga bahan bakar tersebut akan meningkatkan tarif angkutan sebesar 42,59% atau tarif angkutan mengalami kenaikan dari Rp.1.400 per penumpang menjadi Rp.1.996 per penumpang.

The increased oil price will have impacts on economic activities either those related directly to production process or as the result of the use of means supporting activities. In this research, would analyze how the impact of increased oil price to the increased amount of transportation cost and the tariff rate for public transportation in Cirebon regency 2005 based on the 2002 Decree of Minister of Transportation of Republic of Indonesia Number KM 89 on Mechanism of Tariff Determination and Formula of Computing the Basic Expense of Passenger Carrier with Public Inter-City Bus of Economic Class. In this research used purposive sampling method to data collections. Total questionnaire distributed to drivers/owners of public carriers in area of Cirebon district with total of 225 questionnairs, but the full questionnairs answered respondens with total of 217 questionnairs, so the sample analysed with total of 217 respondes. The analysis results showed that the increased oil price of premium type by 87.5% on October 2005 affected the increased tariff rate of public transportation in Cirebon regency. The increased oil price will have increased transportation tariff by 42.59% or the transportation tariff increased from Rp.1,400 per passenger to Rp.1,996 per passenger.

Kata Kunci : Tarif Angkutan,Kenaikan Harga BBM,Impacts, The Increased oil price, Affected, Transportation tariff


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.