Laporkan Masalah

Analisis kausalitas antara laju jumlah uang beredar dengan inflasi di Indonesia tahun 1997.1-2005.9

SAFITRI, Dian, Prof.Dr. Iswardono Sardjono Permono, MA

2006 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Pembangunan ekonomi sebuah negara pada dasarnya bertujuan untuk mencapai kemakmuran masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan distribusi pendapatan yang merata. Mekanisme pasar akan bekerja secara efisien apabila tersedia tata aturan dan hukum-hukum pasar yang dilaksanakan dengan baik. Pemerintah termasuk bank sentral menyusun kebijakan-kebijakan mempunyai peranan penting dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi bekerjanya pasar secara optimal. Bank sentral yang menetapkan kebijakan moneter sebagai salah satu elemen kebijakan makroekonomi, mempunyai peranan penting dalam penciptaan kondisi bagi bekerjanya mekanisme pasar yang efisien. Salah satu indikator makro guna melihat stabilitas perekonomian suatu negara adalah melalui inflasi, karena dalam indikator ini akan berdampak terhadap dinamika pertumbuhan ekonomi. Dalam perspektif ekonomi, inflasi merupakan fenomena moneter dalam negeri suatu negara, di mana naik turunnya inflasi cenderung mengakibatkan terjadinya gejolak ekonomi akibat berubahnya harga. Teori Kuantitas menjelaskan bahwa uang adalah penyebab utama perubahan nilai atau tingkat harga. Teori ini mengatakan bahwa penurunan nilai uang disebabkan oleh adanya penambahan uang yang beredar P = f (M). Dengan adanya tambahan uang yang beredar di masyarakat maka akan menaikkan tingkat harga atau inflasi. Dalam penelitian ini penulis menggunakan data sekunder yang bersumber dari buku-buku dan studi kepustakaan, yaitu Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia (SEKI), International Financial Statistic (IFS), dan dan laporan Bank Indonesia serta studi kepustakaan lainnya. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan metode kausalitas Granger dan Sims. Tujuan dari metode kausalitas Granger dan Sims adalah meneliti apakah pertumbuhan JUB mendahului inflasi, ataukah inflasi mendahului prtumbuhan JUB, ataukah hubungan antara JUB dan inflasi timbal balik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah uji kausalitas Granger dan Sims tidak bisa dipakai untuk menjelaskan hubungan kausalitas antar inflasi dengan laju JUB tahun 1997.1 – 2005.9 dengan berbagai macam variasinya. Ketika situasi anomali (kejadian tidak beraturan atau terjadi cheos) JUB tidak bisa dipakai sebagai pengendali inflasi. Perekonomian Indonesia ternyata tidak sensitif terhadap kebijakan moneter, dalam hal ini mengenai JUB yang ditetapkan otoritas moneter hal ini terbukti dengan adanya anomali yang tidak sesuai dengan tujuan dari kebijakan tersebut.

The purpose of development economics in developing country is to reach wealth and prosperity with high growth and equal distribution of income. Market mechanism will work efficiently if there is a law and market procedure that can well maintained. Government including Central Bank derives some policy that can create optimality performance in the market. Central bank with its monetary policy as a macroeconomic policy has an important role in the market. One of the macro indicators to see the economy performance of a country is by its inflation because this indicator will affect whole of economy performance. In economy perspective, inflation is a monetary phenomenon in a country, where up and down of inflation will make change of whole economy as a result of the change on price. This theory said that depreciation on the value of money is because of the increasing supply of money it self and the final result is increasing on price. On this research writer used secondary data that is from Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia (SEKI), International Financial Statistic (IFS), annually report of Indonesian Bank, and other related literature. Technique analyses of this research are using Granger and Sims test. The aim of these tests is to analyze whether growth of money supply effect inflation or vice versa or there is feed back effect on growth on money supply and inflation. The conclusion of this research is the Granger and Sims causality cannot be used to explain the causality relation between growth of money supply and inflation on the year 1997.1 – 2005.9 with its variation. When the situation is anomaly (chaos) money supply cannot be used to control inflation. Indonesian economy is not sensitive with monetary policy on this matter is about the policy of money supply it’s been proven with the anomaly condition the aim of the money supply tools cannot be used to control inflation.

Kata Kunci : Inflasi, Pertumbuhan Jumlah Uang Beredar, Analisis Kausalitas, Inflasi dan Laju Jumlah Uang Beredar, Inflation-Growth of Money Supply-Causality-Policy


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.