Laporkan Masalah

Peranan manajemen aset dalam upaya meningkatkan kegunaan tanah dan bangunan untuk mendukung otonomi daerah :: Studi kasus di Kabupaten Purworejo

SUYADI, Drs. Wakhid Slamet Ciptono, MBA

2006 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian dengan judul peranan manajemen aset dalam upaya meningkatkan kegunaan tanah dan bangunan untuk mendukung otonomi daerah (studi kasus di Kabupaten Purworejo) dilakukan untuk mendapatkan informasi dan gambaran tentang sikap pengelola aset (perangkat daerah) terhadap pelaksanaan dan pengawasan manajemen aset tanah dan bangunan. Tujuan untuk mengetahui peringkat kepentingan dan aktivitas pelaksanaan dan pengawasan manajemen aset tanah dan bangunan serta untuk mengetahui perbedaan kinerja manajemen aset tanah dan bangunan yang terbentuk dari analisis cluster berdasarkan luas tanah, luas bangunan, jumlah karyawan, sikap manajemen puncak, sikap pelaksana level bawah pada Sekretariat Daerah, Sekretariat Dewan, Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Kecamatan dan kelurahan. Penelitian ini menggunakan metodologi survei kuesioner dan untuk melengkapi data dilakukan wawancara. Kuesioner dibedakan menjadi tiga bagian yaitu: penilaian atas faktorfaktor penting keberhasilan manajemen aset tanah dan bangunan dipandang sebagai sesuatu yang tidak penting sampai dengan sangat penting bagi perangkat daerah dan penilaian kinerja atas pelaksanaan faktor-faktor tersebut serta penilaian latar belakang perangkat daerah. Konsep pengambilan sampel adalah random stratifikasi proporsional artinya di setiap perangkat daerah, sampel dikelompokkan menjadi dua, manajemen puncak dan pelaksana level bawah, sedangkan data yang diambil adalah data cross section. Dari 126 responden di 63 perangkat daerah, 113 merespon dan yang dapat digunakan untuk analisis statistik 94 responden, masing-masing 47 untuk manajemen puncak dan 47 pelaksana level bawah. Uji validitas dan uji reliabilitas digunakan untuk mengukur apakah data yang digunakan valid dan apakah hasil suatu pengukuran dapat dipercaya atau konsisten, analisis cluster digunakan untuk menggolongkan variabel yang berpengaruh terhadap status keprogresifan pelaksanaan manajemen aset tanah dan bangunan (luas tanah, luas bangunan, jumlah karyawan, dan sikap manajemen puncak dan pelaksana level bawah), Uji chi-square digunakan untuk menguji perbedaan kinerja yang terbentuk dari analisis cluster, analisis importance-performance digunakan untuk menginterpretasikan skor arti penting dan skor arti kinerja. Hasil analisis menemukan bahwa, peringkat kepentingan tertinggi bagi responden adalah variabel 1 yaitu informasi terinci dan terbaru mengenai aset tanah dan bangunan, skor 4,34 (manajemen puncak) 4,28 (pelaksana level bawah), diikuti variabel 15 yaitu sumber daya terlatih dan berkualifikasi profesional skor 4,19 (manajemen puncak) 4,17 (pelaksana level bawah) kemudian variabel 10 skor 4,17 (manajemen puncak) variabel 2 skor 4,06 (pelaksana level bawah). Temuan lain, pada manajemen puncak 29,79% (14) secara aktif melaksanakan faktor-faktor penting keberhasilan manajemen aset tanah dan bangunan, 59,57% (28) selektif dan 34,04% (16) pasif. Analisis importance-performance menghasilkan temuan bahwa variabel 15 baik pada manajemen puncak maupun pelaksana level bawah masih dapat ditingkatkan dengan tindakan konstruktif yang terfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, variabel 1, 10, 14 hasil kerja yang terus baik perlu dijaga. Untuk keberhasilan pelaksanaan manajemen aset tanah dan bangunan perlu program yang mengarah pada peningkatan sumber daya manusia dan menjaga variabel yang kinerjanya terus baik. Pemerintah kabupaten sudah selayaknya melakukan beberapa perubahan dalam pengelolaan aset tanah dan bangunan.

The research of asset management in the effort to improve the use of fixed asset (land and building) to support the autonomy of regency is done to get any informations and features about the officers of regency state managing the land and building asset towards the implementation and monitoring to the assets. The objective of this research is to find the ranking of importance and implementation activities as well as the monitoring of land and building asset management, to know the difference of performance of land and building management formed by Cluster analysis based on land’s width, building’s width, number of officers, top manager’s and officers’ attitude in the secretary of regency state, the secretary of House of Representative, “Dinas Daerah”, Regional Technical Institutions (Lembaga Teknis Daerah), district and sub-district. This research used methodology of questionnaire survey and interviews. Questionnaire is divided to 3 point of views namely assessment of the important factors from efficacy of land and building asset regarded as unimportant thing up to very imprtant case for officers of the regency state, the assessment of performance towards the handles of those factors mentioned above, and the last is the assessment of the officers background. Concept sample intake is proportional stratification random, the respondents grouped to two, namely top managers and lower staffs, while the data taken is cross section. The questionnaires were mailed to 126 respondents, from 63 regional institutions and from 113 returns, 94 were usable. The usable returns are from 47 top managers and 47 lower level staffs. The validity and reliability analysis is used to measure whether the data used is valid and whether the result of measurement reliable and consistent, while cluster analysis is used to classify variables influencing the progressiveness of land and building asset management implementation (land width, building width, number of officers, the attitude of top manager and lower staff). Chi-square analysis is used to examine the differences of performance which is formed by cluster analysis, importance-performance analysis is used to interprete the importance value and the performance value. The result of analysis proves that the highest ranking of importance to respondents is variable 1, namely the latest and complete information about land and building asset, the value are 4.34 for top managers, 4.28 for lower staff, followed by variable 15, namely trained and professional human resources with the value of 4.19 for top managers and 4.17 for lower staffs, and then variable 10 with the value of 4.17 for top managers, variable 2 with the value of 4.06 for the lower staffs. The other finding proves that 29.79% of the top managers (14) have actively implemented and determined the important factorsof managing land and building asset. The importance-performance analysis yielded a prove that variable 15 to both top manager and lower staff still can be developed by constructive action focused on the developement the quality of human resource, and variable 1, 10, 14 indicates that good performance need to be maintained. For the sake of the success of implementating land and building asset (fixed asset), it is necessary to make programs leading to the developement of human resources quality and it needs to keep up up the performance of variable which already have good performance. It is necessary for the regency government to make improvement on land and building asset management.

Kata Kunci : Manajemen Aset,Tanah dan Bangunan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.