Laporkan Masalah

Evaluasi biaya-manfaat pembelian kapal penumpang antarpulau di Kabupaten Maluku Tenggara Barat tahun 2004

HUWAE, Jeditjia, Drs. A. Budi Purnomo BR., MA

2005 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Masalah transportasi khususnya transportasi laut merupakan masalah di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, di mana sampai dengan saat ini ketersediaan sarana transportasi laut sangat minim, sehingga dilakukan pembelian kapal penumpang oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang kelayakan proyek pembelian kapal oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder crosssectional berupa data investasi pembelian kapal beserta biaya-biaya yang terkait dengan investasi, data biaya operasional dan pemeliharaan, dan data pendapatan kapal. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis profitability index (benefit-cost ratio), net present value, internal rate of return, payback period, dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan umur ekonomis 20 tahun dan tingkat diskonto sebesar 8%, pembelian kapal penumpang antarpulau di Kabupaten Maluku Tenggara Barat menjadi Layak dilihat dari payback period selama 19,92 tahun dengan IRR sebesar 8,327% dan indeks profitabilitas yang lebih dari 1. Analisis sensitivitas dengan menggunakan tiga skenario menunjukkan bahwa peningkatan biaya operasional dan pemeliharaan sebesar 10% setiap tahunnya menjadikan proyek pembelian kapal penumpang antarpulau di Kabupaten Maluku Tenggara Barat menjadi tidak layak. Namun demikian, dengan skenario berupa peningkatan harga tiket sebesar 15% setiap tahunnya akan mendorong pada layaknya proyek pembelian kapal penumpang antarpulau di Kabupaten Maluku Tenggara Barat karena nilai IRR menjadi 26,885% dan payback period menjadi hanya 6,96 tahun. Skenario ketiga berupa peningkatan biaya operasional dan pemeliharaan sebesar 10% yang dibarengi dengan peningkatan harga tiket sebesar 15% akan mendorong pula pada kelayakan proyek pembelian kapal penumpang antarpulau di Kabupaten Maluku Tenggara Barat dengan nilai IRR sebesar 24,730% dan payback period selama 7,65 tahun. Indeks profitabilitas juga menunjukkan angka yang lebih besar daripada 1 yaitu sebesar 2,46 yang menunjukkan bahwa manfaat yang diperoleh lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan.

The marine transportation is a problem in Western Southeast Maluku Regency, in which the availability of marine transportation facilities is so limited until recently, so the Local Government of Western Southeast Maluku Regency bought a passenger ship. This research attempted to identify about the project feasibility of passenger ship buying by the Local Government of Western Southeast Maluku Regency. The data used in the research were cross-sectional secondary data consisting of the investment of ship buying including all related expense data, operational dan maintenance expenses data, and ship income data. The analysis method applied in this research were profitability index (benefit-cost ratio), net present value, internal rate of return, payback period, and sensitivity analysis. The findings of this research indicated that using the economic aging as 20 years and the discount rate of 8%, the passenger ship buying in Western Southeast Maluku Regency is feasible, in case of payback period of 19.92 years with IRR of 8.327% and the profitability index of more than 1. The sensitivity analysis using three scenarios shows that the increase in operational and maintenance expense as 10% every year make the project of passenger ship buying in Western Southeast Maluku Regency to be infeasible. But, in the second scenario of the increase in ticket price of 15% every year induce the feasibility of the project of passenger ship buying in Western Southeast Maluku Regency because the IRR is 26.885% and the payback period becomes 6.96 years. The third scenario of the increase in operational and maintenance expense as 10% and the increase in ticket price of 15% every year simultaneously induce the feasibility of the project of passenger ship buying in Western Southeast Maluku Regency because the IRR is 24.730% and the payback period is 7.65 years. The profitability index also showed more than 1, i.e 2.46 that shows the benefit is more than the cost.

Kata Kunci : Kelayakan Proyek Pembelian Kapal, kapal penumpang, evaluasi biaya


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.