Laporkan Masalah

Pengaruh relatif dana perimbangan terhadap perkembangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat

SAHABUDIN, Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc

2005 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Dana perimbangan merupakan salah satu sumber pendapatan daerah selain pendapatan asli daerah (PAD) dan pendapatan lain-lain yang sah. Selama ini dana perimbangan merupakan sumber pendapatan daerah yang dominan dan penting bagi pemerintah daerah. Dana perimbangan diharapkan dapat memberikan efek stimulasi dalam upaya peningkatan PAD sehingga ketergantungan daerah terhadap transfer dana dari pemerintah pusat dapat dikurangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis pengaruh dana perimbangan terhadap perkembangan PAD dan pengeluaran daerah. Alat analisa yang digunakan adalah analisis regresi. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa realisasi pendapatan dan pengeluaran daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat selama tahun anggaran 1988/1989-2003. Atas dasar analisis data disimpulkan bahwa dana perimbangan tidak memberikan efek stimulasi terhadap upaya peningkatan PAD, tetapi sebaliknya yaitu menjadi substitusi bagi PAD. Variabel yang berpengaruh positif terhadap peningkatan PAD adalah variabel tarif dan pendapat masyarakat, oleh karena itu dalam upaya meningkatkan PAD perkembangan kedua variabel ini patut diperhatikan. Adapun pengaruh dana perimbangan terhadap belanja operasional dan belanja modal berbeda di antara kedua kategori dana perimbangan, bagi hasil sebagai unconditional transfer dan dana alokasi sebagai conditional transfer. Bagi hasil berpengaruh positif terhadap pertumbuhan pengeluaran daerah, baik pada belanja operasional maupun pada belanja modal. Di sisi lain, dana alokasi memiliki pengaruh yang berbeda terhadap masing-masing kategori pengeluaran daerah. Dana alokasi berpengaruh negatif terhadap belanja operasional, tetapi sebaliknya terhadap belanja modal yaitu berpengaruh positif.

Balanced fund is one of revenue resources for local governments aside from local own revenue and other receipt. These days balanced fund is a dominant and an important revenue source for local governments. Balanced fund is expected to stimulate local own revenue, so that dependency of local government on fiscal transfers from central government can be reduced. The purpose of this research is to measure and analyze the effect of balanced fund on local own revenues and local expenditures growth. Analytical tool that used is regression analysis. Data that used is scundary data which is West Nusa Tenggara Province revenues and expenditures realization over the years 1988/1989-2003. Base on data analysis, it is concluded that balanced fund did not stimulate the growth of local own revenue, but substituted the local own revenue. The variables that affect the local own revenue positively are tariff and community income, therefore the changes of both variables must be attended to increase the local own revenue. The effect of balanced funds, either revenue sharing as unconditional transfers or allocation fund as conditional transfers, on local expenditures are different from each other. Revenue sharing have positive effect for growth of both operational and capital expenditures. In other hand, allocation fund have negative effect on operational expenditures, but it have positive effect on capital expenditures.

Kata Kunci : Dana Perimbangan,Anggaran PAD,balanced fund, local own revenue, revenue sharing, allocation fund, operational expenditure, capital expenditure


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.