Laporkan Masalah

Kinerja keuangan PDAM Menang Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 1990-2003

SADELI, H. Muhammad, Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc

2006 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan dan trend kinerja keuangan PDAM Menang Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan referensi bagi bagi Manajemen PDAM Menang Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat dan para stakeholdernya dalam memperbaiki atau mendorong kemajuan kinerja PDAM Menang Mataram. Adapun data yang digunakan adalah data tahun time series dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2003. Alat analisis utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah rasio-rasio keuangan sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 47 Tahun 1999, yang terdiri dari (1) rasio laba terhadap aktiva produktif, (2) rasio laba terhadap penjualan, (3) rasio aktiva lancar terhadap utang lancar, (4) rasio utang jangka panjang terhadap ekuitas, (5) rasio total aktiva dengan total utang, (6) rasio biaya operasi terhadap pendapatan operasi, (7) rasio laba operasi sebelum penyusutan terhadap pokok utang dan bunga jatuh tempo, (8) rasio aktiva produktif terhadap penjualan, (9) jangka waktu penagihan piutang, dan (10) efektivitas penagihan. Pemberian nilai (skor) kinerja juga didasarkan pada Kepmendagri terhadap masing-masing rasio tersebut, di mana rasio (kinerja) keuangan PDAM Menang Mataram dinilai dengan skala penilaian dari angka 1 (tdak baik) hingga angka 5 (sangat baik). Selanjutnya, berdasarkan nilai rata-rata dari semua rasio yang digunakan kemudian diberikan skor/nilai rata-rata kinerja keuangan selama tahun amatan, dengan skala penilaian juga dengan rentang dari tidak baik hingga sangat baik. Selain alat analisis rasio keuangan tersebut, alat ananalisis lainnya yang digunakan adalah analisis trend. Alat analisis ditujukan untuk mengidentifikasi dan menganalisis signifikansi perkembangan kinerja keuangan selama kurun waktu (tahun) amatan, yaitu dari tahun 1990 hingga tahun 2003. Hasil analisis data menunjukkan bahwa berdasarkan perkembangan ratarata kinerja keuangan per tahun, PDAM Menang Mataram memiliki kinerja keuangan yang “baik” pada tahun 1991, 1998, 1999, 2000, 2001, 2002 dan 2003. PDAM Menang Mataram juga sempat mengalami penurunan kinerja keuangan, yaitu dengan kinerja “kurang”, secara berturut-turut dari tahun 1993 sampai dengan tahun 1996. Kinerja keuangan dengan tingkat kinerja “cukup” terjadi pada tahun 1990, 1992 dan 1997. Secara keseluruhan, kinerja keuangan PDAM Menang Mataram untuk selama kurun waktu (tahun) amatan berada pada kategori “cukup”. Hasil analisis trend, diketahui bahwa perkembangan kinerja keuangan PDAM Menang Mataram memiliki kecenderungan meningkat, namun tidak signifikan. Hal tersebut dibuktikan oleh nilai t hitung yang lebih besar dari t tabel. Saran yang dikemukakan berdasarkan hasil analisis data antara lain menurunkan rasio lancar agar berada pada batas yang wajar yaitu antara 1,00 sampai dengan 2,00 menekan tingkat kehilangan (kebocoran) air, dan menekan pengeluaran untuk biaya operasional.

The purposes of this research are to know the performance of finance of PDAM Menang Mataram and its trend from 1993 to 2003. While the result may be the references for the management of PDAM Menang Mataram and its stake holders in improving and correcting or pushing for the progress of finance performance PDAM Menang Mataram. As for data used is data of year of time series from year 1993 up to year 2003. The data analyzing using finance ratios based on the decree of domestic minister (Kepmendagri) Number 47 Year 1999, which consisted of (1) Gross return on investment = GOI, (2) profit margin, (3) current ratio, (4) long-term debt to equity ratio, (5) asset to debt ratio, (6) operating cost to benefit ratio, (7) operating return before depreciation to principal and interest ratio, (8) investment to sales ratio, collecting period, and collecting effectiveness. in analyzing the ratios, the performance is assessed with the assessment scale from 1 (bad) up to 5 (very good). Afterwards, the average of the scores is calculated to scale the finance performance from bad till very well. Other appliance of analysis is trend analysis. It is addressed to identify and analyze the growth significant of finance performance during time series (in years), that is from year 1990 till year 2003. Result of data analysis indicates that based on the general scored by average, the finance performances of PDAM Menang Mataram were in “Good” in the year of 1991, 1998, 1999, 2000, 2001, 2002 and 2003. The performances were “Less” in 1993, 1994, 1995, and 1996. While “enough” performances were in year 1990, 1992 and 1997. Performance of finance PDAM Menang Mataram is generally in “Enough” category by the year series. The trend analysis also indicates that the finance performances of PDAM Menang Mataram tend to growing up but not significant. It is proved by the value of t count that larger than the value of t table. This research suggests the company to degrade the current ratio at the fair boundary that is 1.00 to 2.00 times in order to anticipating the opportunity cost from idle current asset, depressing the loss in distributing the water or product, and rationalize the operating expenses to find the better operating cost to benefit ratio.

Kata Kunci : Kinerja Keuangan,PDAM


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.