Prakiraan pinjaman daerah sebagai sumber pembiayaan pembangunan kawasan pertanian terpadu di Kabupaten Lampung Tengah, 2006
SUSANTO, Heri, Dra. Sri Handaru Yuliati, MBA
2005 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk menghitung serta menganalisis besarnya batas maksimum pinjaman Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Tengah dan menilai serta menganalisis pinjaman tahun 2006, guna membiayai pembangunan Kawasan Pertanian Terpadu. Tingkat kelayakan pinjaman daerah dinilai berdasarkan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor 107 Tahun 2000. Data yang digunakan dalam penulisan ini adalah data sekunder runtut waktu (Time Series) berupa data Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lampung Tengah dari tahun 2001 – 2005. Analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan alat analisis yang digunakan adalah analisis Perhitungan Batas Maksimum Pinjaman (BMP), dan Debt Service Coverage Ratio (DSCR), trend kuadrat terkecil dan Present value of anuity. Hasil perhitungan dan analisis ini adalah batas maksimum pinjaman yang diperoleh pada tahun 2006 sebesar Rp301.220.307.967,00, namun hal ini tidak dapat dilakukan karena nilai DSCR hanya sebesar 0,78. Pada tahun 2006 pemerintah daerah akan melakukan pinjaman untuk membiayai pembangunan Kawasan Pertanian Terpadu maka biaya yang dibutuhkan adalah sebesar Rp61.560.000.000,00 dengan jangka waktu pengembalian minimal 5 tahun dan tingkat bunga maksimal 20% pertahun serta biaya lainnya 1,75%, didapatkan nilai DSCR sebesar 2,53.
This research is aimed to calculate and to analyse the maximum level of debt to The Local Government of Lampung Tengah Regency which utilizing to finance the development of integrated agriculture area. The elegibility of this local debt assessed by pursuant to State Act Number 33 Year 2004 and Governmental Regulation Number 107 Year 2000. Data used in this research is secondary time series in the form of local expenditure and revenue budgetary (APBD) from year 2001 to 2005 using quantitative analysis tools such as maximum debt boundary calculation analysis (BMP), and Debt Service Coverage Ratio (DSCR), least square trend and present value of anuity. Result and analysis is the maximum boundary of debt obtained in the year 2006 equal to Rp301,220,307,967.00, but this matter cannot be conducted since DSCR value only equal to 0.78. Therefore, when in the year 2006 local government will conduct the loan to defray the development of integrated agriculture area, the expenses required is equal to Rp61,560,000,000.00 with the minimum 5 years in return duration at maximal interest rate 20% per year, also with other expense 1.75%, finally obtained DSCR value equal to 2.53.
Kata Kunci : Pembiayaan Pembangunan,Pinjaman Daerah,Batas Maksimum Pinjaman,Debt Service Coverage Ratio,Pinjaman Daerah, Local Debt, Maximum Debt Boundary, Debt Service Coverage Ratio