Standar analisa belanja (SAB) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, 2005 :: Studi kasus pada kegiatan pengadaan obat-obatan dan kegiatan pemeliharaan dan pembangunan sarana kesehatan
MANGKONA, Andi Muh. Subehang, Sri Handaru Yuliati, MBA
2006 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk menghitung besarnya biaya total rata-rata, standar analisa belanja (SAB), serta menghitung dan mengevaluasi kebutuhan belanja kegiatan pengadaan obat-obatan dan kegiatan pemeliharaan dan pembangunan sarana kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, 2005. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumen anggaran satuan kerja (DASK) Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, 2005 serta dokumen lain yang mendukung serta berhubungan dengan perhitungan standar analisa belanja (SAB). Alat analisis yang digunakan adalah formula yang dikembangkan PAU SE-UGM yang meliputi biaya rata-rata, standar analisa belanja dan kebutuhan belanja. Hasil penelitian dari dua kegiatan pada seksi Puskesmas dan Puskesmas Pembantu pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bima menunjukkan bahwa selama periode tahun anggaran 2005 ditemukan ketidakwajaran di dalam pengalokasian belanja perjalanan dinas luar daerah untuk golongan IV karena pada kegiatan pengadaan obat-obatan, perjalanan dinas luar daerah sudah diwakili oleh golongan III dan bahkan pada kegiatan pemeliharaan dan pembangunan sarana kesehatan diwakili oleh dua orang golongan III. Ketidakwajaran juga ditemukan pada pengalokasian honorarium panitia pengelola kegiatan yang berstatus pegawai negeri sipil. Pegawai tersebut sudah mendapatkan gaji yang bersifat bulanan dalam belanja tidak langsung dan kegiatan yang sudah merupakan tugas pokok dan fungsi pegawai yang bersangkutan. Dari total perhitungan, ditemukan kelebihan penganggaran sebesar Rp241.959.103,- dari alokasi anggaran yang ada. Kegiatan pengadaan obat-obatan terjadi overfinancing sebesar Rp59.269.826,- atau 10,7% dari yang dianggarkan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, 2005 dan kegiatan pemeliharaan dan pembangunan sarana kesehatan terjadi overfinancing sebesar Rp182.689.277,- atau 7,5% dari yang dianggarkan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, 2005.
This research aimed to calculate average-cost, standard expenditure analysis and also to calculate and evaluate budget requirement pharmacles of procurement activity and manteinance and development of tool health activity in Public Health Service Regency of Bima, 2005. The data used are document of budget working unit (DASK) Public Health Service Regency, 2005 and other related document with calculation of standard expenditure analysis. The analytical tool is formula developed by PAU SE-UGM, namely average cost, standard expenditure analysis and budget requirement. The result of study with two activity in Puskesmas and Puskesmas Pembantu section at Public Health Service Regency Bima indicated that during period 2005 years budget founded unfairnes in tour of duty expenditure allocation for IV grade of position because for pharmacles of procurement activity was representated by III grade of position and event in manteinance and development of tool health activity was representated by two staff with III grade of position. Unfairness also found in allocation expenditure for official who have status of civil servant honorarium.Those staff also get monthly salary indirect expenditure and it was main duty in the their job description. From totalizeing calculation was found that there was overfinancing budget on Rp241,959,103,- from budget allocation. Overfinancing in Pharmacles of procurement activity was equal to Rp59,269,826,- or 10.7% from which was budgeted and also found overfinancing in manteinance and development of tools health activity equal to Rp182,689,277,- or 7.5% from which was budgeted in Public Health Service Regency of Bima in 2005 years budget.
Kata Kunci : Standar Analisa Belanja,Dinas Kesehatan,Kabupaten Bima, Standard Analysis Expenditure, Public Health Service