Laporkan Masalah

Evaluasi kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Tulangbawang dan Kota Bandar Lampung tahun 2000-2004

ERWIN, Mohammad, Dra. Sri Handaru Yuliati, MBA

2006 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Sistem pengukuran kinerja adalah bagian integral dari sistem pengendalian manajemen. Pengukuran kinerja merupakan alat manajemen yang digunakan untuk meningkatkan kualitas pengambilan kebijakan. Penyelenggaraan otonomi daerah, menyebabkan bidang kesehatan termasuk ke dalam urusan yang diserahkan kepada daerah. Kebijakan terhadap penggunaan dan pemanfaatan sumber daya yang ekonomis, efisien dan efektif serta anggaran yang dialokasikan dalam rangka pelayanan publik bidang kesehatan menuntut adanya keterbukaan dan akuntabilitas. Kondisi seperti itu akan menuntut Dinas Kesehatan untuk melaksanakan dan meningkatkan kinerjanya dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan membandingkan kinerja beberapa Dinas Kesehatan tingkat Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, sumber data primer adalah hasil pengolahan kuesioner yang dilakukan pada responden internal dan responden eksternal, sedangkan sumber data sekunder adalah arsip-arsip serta dokumendokumen hasil kinerja yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti. Alat analisis untuk mengukur kinerja Dinas Kesehatan menggunakan pendekatan Balanced Scorecard yang meliputi; keungan, pelanggan, proses internal serta pertumbuhan dan pembelajaran. Hasil Penelitian menunjukan bahwa, secara kuantitatif pada periode pengamatan tahun 2000-2004 kinerja di tiga Dinas Kesehatan yang dipilih yaitu Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah, Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulangbawang secara umum termasuk dalam katagori sangat baik, sedangkan dari hasil jajak pendapat responden termasuk dalam katagori baik.

The measurement of performance system is an integral operation system of management. Measurement of performance represent used management appliance to increase the quality intake of policy. The regional autonomy of local government, causing the public health sectors is including into delivered business. Policy to exploiting of resources and allocation budget which economic, efficient and effective in providing service of public health claim health office of local government to openness and accountability. This condition will claim of health office of local government for executing and improve its performance better. This research aim to measure and compare performance some health office to manage of healthy people’s services at sub-province / town in Lampung Province. The Data is used primary and secondary data. Source of primary data is result of processing of public opinion (questionnaire) at internal responders and external responders, while source the data of secondary is archives and documents result of performance related to accurate problems. The tools of analysis to measure health office performance use approach of Balanced Scorecard covering is monetary, customers, internal process and studies and growths. Result of Research showing that, quantitatively at period research of year 2000-2004 performance in three of health office sub-province /town selected that is health office sub-province of Lampung Tengah, health office of Bandar Lampung Town, and health office sub-province of Tulangbawang in general the included in very good category, while from result of public opinion of responders is included in good category.

Kata Kunci : Kinerja Dinas Kesehatan, Performance Health Department


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.