Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang mempengaruhi anak perempuan umur 7-15 tahun yang tidak bersekolah :: Studi kasus Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan

EFFENDI, M. Rijani, Dr. Akhmad Makhfatih, MA

2005 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk membahas faktor-faktor yang mempengaruhi anak perempuan usia sekolah umur 7 – 15 tahun yang tidak bersekolah di Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan. Faktor tersebut adalah pendidikan yang ditamatkan ibu, status ibu dalam program Keluarga Berencana (KB) dan pekerjaan bapak Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil dari wawancara dan penyebaran kuisioner, berupa data anak perempuan usia sekolah umur 7-15 tahun, pendidikan yang ditamatkan ibu, status ibu dalam Keluarga Berencana (KB) dan pekerjaan bapak. Alat analisis yang digunakan adalah liniear probability model (LPM) untuk mengetahui seberapa besar tingkat signifikansi variabel bebas mempengaruhi variabel tergantung, dengan mengikut sertakan uji heteroskedastisitas dan uji otokorelasi. Dari hasil analisis data yang ditemukan bahwa semua variabel bebas (independent variables) signifikan dan menunjukkan hasil sesuai dengan yang diharapkan. Faktor, pendidikan yang ditamatkan ibu, status ibu dalam program Keluarga Berencana (KB) dan pekerjaan bapak berpengaruh terhadap variabel tergantung (dependent variable) dan signifikan pada derajat kepercayaan α =10%. Untuk menekan tingginya angka putus sekolah pada anak perempuan usia sekolah 7 -15 tahun di Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan. Tidak hanya diperbaiki melalui vaiabel pengamatan tetapi juga melalui variabel lain di luar pengamatan teristimewa dengan melibatkan instansi terkait.

The objective of the research is to discuss determinant of school age young girl between 7 – 15 year old that not have any education in Kotabaru Regency of South Kalimantan Province. The factor include education of mother, mother status in Planning Family Programand, father occupation. The data is from interview and questionnaire, in from school age young girl 7 – 15 year old, education of mother, mother status in Planning family Program and father occupation. The linier probability model (LPM) is used to determine how high significance level of independent variables influences dependent variable, by involve heteroscedasticity and autocorrelation test. The finding from data analysis show that not all independent variable are significan and giving unexpected result. The factor, likes, education of mother, mother satatus in Planning family Program and father occupation are significant to dependent variable with level of significant α = 10%. To compress the high of dropout value in girl at 7 -15 in Kotabaru Regency of South Kalimantan Province. Not only fixed by observation but olso through others variable beyond observed, especially by involving related institutions.

Kata Kunci : Anak Perempuan Tidak Sekolah, Education, dropout young girls


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.