Perkembangan pendapatan usahatani padi di Kabupaten Bolaang Mongondow
KALAUW, Mochtar Anshary, Dr. Soetatwo Hadiwigeno, MA
2005 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanTujuan penelitian ini adalah untuk melihat perkembangan pendapatan usahatani padi di Kabupaten Bolaang Mongondow. Kajian permasalahan adalah selama periode penelitian dari tahun 1993-2003 subsektor tanaman pangan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap PDRB daerah dan menyumbang rata-rata separuh pada PDRB dari sektor pertanian di sisi lain terbatasnya lahan yang dapat digunakan untuk areal persawahan dapat menyebabkan berkurangnya pendapatan usahatani padi maupun kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan beras per kapita di Kabupaten Bolaang Mongondow yang terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang meliputi luas areal tanam padi sawah, luas areal panen, produksi, produktivitas lahan, pupuk, biaya usahatani, harga beras, neraca bahan makanan, jumlah penduduk dan kebutuhan beras per kapita per tahun. Data di peroleh dari instansi pemerintah yang terkait dengan penelitian. Analisis yang digunakan adalah analisis usahatani untuk melihat pendapatan dari kegiatan usahatani padi, yield gap analysis untuk melihat kemampuan produktivitas lahan dan analisis sensitivitas untuk melihat kepekaan dari variabel produktivitas lahan dan harga beras terhadap pendapatan usahatani padi. Hasil analisis usahatani padi menunjukkan pertumbuhan pendapatan meningkat 67,92 %. Analisis kesenjangan hasil menunjukkan rata-rata produktivitas lahan di Kabupaten Bolaang Mongondow masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata produktivitas di Kabupaten Minahasa, rata-rata produktivitas di Provinsi Sulawesi Utara dan rata-rata produktivitas di Sulawesi. Analisis sensitivitas menunjukkan varibel harga beras lebih sensitif dibandingkan variabel tingkat produktivitas lahan terhadap pendapatan usahatani di Kabupaten Bolaang Mongondow.
Research target is to see income growth of pa ddy farms in Sub-Province of Bolaang Mongondow. Study problems is during period of research of year 1993-2003 food crop subsektor give big enough contribution to PDRB area and contribute half mean at PDRB of agricultural sector on the other side the limited farm able to be used for the areal of rice field can cause the to have decreasing income of paddy farms and ability of to fulfill requirement of rice per capita in Sub-Province of Bolaang Mongondow which increasing along with improvement of residents amount. Data which used in this research is secondary data covering wide areal plant rice field paddy, wide crop areal, production, farm productivity, manure, expense of paddy farms, rice price, food-stuff balance, amount of residents and requirement of rice per capita per year. Data obtaining from governmental institution which related to research. Analysis the used is analysis of paddy farms to see income of paddy farmer, yield gap analysis to see ability of farm productivity and sensitivity analysis to see sensitivity of farm productivity variable and rice price to paddy farmer income. Result analyse paddy farms show growth of earnings mount 67,92 %. Yield gap analysis show farm productivity mean in Sub-Province of Bolaang Mongondow still compared to higher of productivity mean in Sub-Province of Minahasa, productivity mean in North Sulawesi province and productivity mean in Sulawesi. Sensitivity analyse how more compared to sensitive rice price varible and variable mount farm productivity to paddy farms income in Sub-Province of Bolaang Mongondow.
Kata Kunci : Pendapatan Usahatani Padi,Budidaya Tanaman Padi,Peningkatan Pendapatan, paddy farms, paddy production, income of paddy farmer