Laporkan Masalah

Perilaku kelompok instalasi dalam mempengaruhi kinerja organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Larantuka

SUBAN, Hendrikus, Prof.Dr. Miftah Thoha

2006 | Tesis | Magister Administrasi Publik

RSUD Larantuka merupakan salah satu perangkat daerah Kabupaten Flores Timur yang bergerak dibidang pelayanan kesehatan dengan visi tercapainya tujuan rumah sakit sebagai rumah sakit profesional, bermutu dan terjangkau dengan pelayanan tahun 2010. Untuk mencapai tujuan tersebut dibentuk kelompok instalasi yang melayani kebutuhan medis masyarakat. Instalasi rawat jalan dan instalasi rawat inap merupakan instalasi yang secara langsung dan lebih lama berhubungan dengan pasien. Dari data diketahui jumlah tenaga medis dan paramedis kedua instalasi tersebut sebanyak 58 orang, sedangkan jumlah pasien yang harus ditangani sebanyak 21.617 pasien selama tahun 2004. Agar tercapai tujuan yang salah satunya adalah peningkatan kinerja RSUD Larantuka maka diharapkan kelompok instalasi tersebut mampu bekerja semaksimal mungkin. Dari hasil observasi lapangan ditemukan masih ada paramedis dan tenaga medis yang melaksanakan tugas tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh rumah sakit. Hal ini tentunya dapat menggambarkan perilaku kelompok instalasi dimana paramedis dan tenaga medis bekerja. Perilaku kelompok instalasi mempengaruhi kinerja yang hendak dicapai RSUD Larantuka oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar kinerja RSUD Larantuka dipengaruhi oleh perilaku kelompok instalasi. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan menggunakan analisis kuantitatif. Jenis dan sumber datanya adalah data primer diperoleh dari jawabanjawaban responden melalui kuesioner-kuesioner, data sekunder berupa data hasil observasi, wawancara dari narasumber, data-data dokumentasi, arsip-arsip serta buku-buku literatur yang ada pada rumah sakit. Penelitian ini terdiri dari satu variabel bebas atau X (perilaku kelompok instalasi) dan satu variabel terikat atau Y (kinerja RSUD Larantuka). Untuk variabel kinerja dapat dilihat dari input, proses, output, outcome, benfit dan impact. Sementara untuk variabel perilaku kelompok dilihat dari kondisi eksternal yang mempengaruhi kelompok, sumber-sumber dari anggota kelompok, struktur kelompok, proses kelompok dan tugas-tugas kelompok. Dari hasil perhitungan statistik independent sampel T-Test diketahui terdapat perbedaan yang nyata dan positif antara perilaku kelompok instalasi rawat inap dan rawat jalan terhadap kinerja RSUD Larantuka, adapun rata-rata perbedaan tersebut sebesar 3,069. Selain itu diketahui pula : 1) belum terdapatnya 4 dokter ahli dasar yang harus dimiliki seperti ahli kebidanan dan penyakit kandungan, penyakit dalam, bedah sentral dan kesehatan anak sehingga tenaga medis dan paramedis melaksanakan tugas pelayanan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. 2) adanya paramedis dan tenaga medis yang melanggar aturan yang ditetapkan oleh rumah sakit. 3) kondisi fisik ruang pelayanan tidak selalu bersih serta tidak tersedianya air bersih pada musim kemarau yang menyebabkan paramedis dan tenaga medis tidak berkerja secara maksimal. Dari hasil temuan tersebut maka saran-saran yang direkomendasikan untuk RSUD Larantuka adalah : 1) mendatangkan 4 tenaga ahli dasar yakni ahli kebidanan dan penyakit kandungan, penyakit dalam, bedah sentral dan kesehatan anak. 2) menindak dengan tegas paramedis dan tenaga medis yang melanggar aturan yang telah dibuat rumah sakit. 3) Kebersihan terus dijaga dengan meningkatkan jadwal pel pada pagi dan sore hari serta diberlakukan kembali waktu kunjungan bagi pasien.

Larantuka Public Hospital is one element in Flores Timur Regency that moves in health service with it vision for achieving the goal as well as professional hospital, qualified and achievable by 2010 services. For the goal, it is established installation group that serve for public medical need. Housing and hospitalization installation were installation that directly and longer in relationship with patient. From the data knowing that medical and paramedic staff both installation were 58 personnel, while the number of patients that must been handled were 21,617 patient for 2004. For achieving the Larantuka Public Hospital goal then this group of installation hoped giving maximum performance as it can. Through observation founded that any paramedic and medical staff not execute the duty as well as that have been fixed. This could give the picture of behavior group of installation where paramedic and medical staff have to work. The behavior could influence to the goals that want to be achieved by Larantuka Public Hospital, and then this study has been done to know what factors that rising group behavior and the influence to performance Larantuka Public Hospital. Quantitative method was been used in this study. For primary data collected from response respondent by questionnaire, secondary data from observation, interview, documentation, files and literature in the hospital. The study use one independent variable of X (as behavior group of installation) and one dependent variable of Y (as Larantuka Public Hospital performance). Performance variable could explain from input, process, output, outcome, benefit, and impact. And behavior variable explained in external condition that influencing installation group, source from group member, group structure, and group tasks. From independent sample T-Test have been resulted positively significant different between group behavior installation care inn and instalation care path in Larantuka Public Hospital performance, with mean as 3.069. Beside that, has been known that: 1) there is none of 4 specialists that basically must been have like nursing and uterus illness, interior, surgeon and child healthcare so paramedic and medical staff could done their task properly. 2) Any paramedics and medical staff have breaking rules of hospital. 3) The physical condition in serving room not always clean and no clean water in summer that causing paramedic and medical staff have not works as properly. From the result then the suggestion that recommended for Larantuka Public Hospital are, first appoint 4 specialist staff for nursing and uterus illness, interior, surgeon and child healthcare. Second, take an action again paramedic and medical staff who breaking the rule. And finally, the cleans must been kept by increasing the schedule of floor sweeping in morning and afternoon and reoccur for time visit.

Kata Kunci : Kinerja Organisasi,Perilaku Kelompok Instalasi,Perilaku Kelompok Instalasi,Kinerja Organisasi,Behavior, performance, group


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.