Budaya Piil Pesenggiri dan efektivitas organisasi :: Studi kasus di BKD Kabupaten Lampung Utara
SOFYAN, Riski, Dr. Irwan Abdullah
2006 | Tesis | Magister Administrasi PublikBirokrasi yang terdiri dari pekerja atau individu-individu tidak dapat dilepaskan dari pengaruh budaya lokal yang berlaku pada masyarakat tertentu. Budaya lokal di Indonesia memang sangat beragam, keragaman budaya dan kondisi wilayah ini merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perbedaan konteks pengelolaan pemerintahan antar daerah di Indonesia. Otonomi daerah yang ada saat ini menuntut organisasi pemerintahan untuk dapat efektif dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Untuk itu perlu dianalisis sejauh mana budaya lokal yang ada bisa mempengaruhi efektivitas organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas organisasi BKD Lampung Utara dan bagaimana budaya Piil Pesenggiri sebagai budaya lokal mempengaruhi efektivitas organisasi. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Lampung Utara dengan unit analisis organisasi BKD Lampung Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data yang dianalisis dalam penelitian ini berasal dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian dan analisis yang dilakukan menemukan bahwa terdapat ketidak efektifan di tubuh organisasi BKD, hal ini dapat dilihat dari keempat indikator pengukuran yang digunakan yakni kemampuan adaptasi, produktivitas, pengelolaan sumber daya, dan konflik dalam organisasi. Kemudian pengaruh budaya Piil Pesenggiri dalam penelitian ini terlihat lebih bersifat negatif bagi efektivitas organisasi. Karena dari efek positif dan negatif yang ada pada Piil Pesenggiri dalam kenyataannya yang lebih mengemuka adalah efek negatifnya di dalam organisasi BKD. Pengaruh Piil Pesenggiri terhadap efektivitas disini teruji melalui tiga faktor dalam variabel antara yakni faktor pencarian dan pemanfaatan sumber daya, perilaku individu, dan struktur organisasi. Rekomendasi pertama dari penelitian ini adalah dirumuskannya beberapa saran berupa langkah yang bisa ditempuh guna terwujudnya efektivitas organisasi secara optimal, seperti tidak mengangkat tenaga honorer apabila tidak benar benar diperlukan, peningkatan kualitas dan profesionalisme pegawai, solusi testing yang adil dalam perekrutan pegawai tugas belajar, dan upaya penyegaran di tubuh organisasi dengan mengganti personil yang dinilai tidak efektif prestasi kerjanya. Kemudian rekomendasi kedua yang berkaitan dengan permasalahan budaya lokal adalah perlu dipertimbangkannya kembali oleh para aparatur khususnya di BKD Lampung.Utara untuk menerapkan Piil Pesenggiri dalam aktivitas birokrasi, karena dari hasil penelitian ini telah menunjukkan bahwa adanya pengaruh budaya Piil Pesenggiri ini telah membawa organisasi menjadi tidak efektif dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mereposisikan Piil Pesenggiri pada konsep idealnya dan mensosialisasikan nilai-nilai ideal dari Piil Pesenggiri tersebut, serta tentunya memperkuat kontrol sosial dan kontrol formal pada lembaga birokrasi secara konsisten.
Bureaucracy that is consisted by the worker or individual cannot be discharged from local cultural influence at certain society. Local culture in Indonesia is very immeasurable. This cultural complexity and regional condition represents the factors of influencing the difference of interregional governance management in Indonesia. At present time, autonomy claims the governance organization to earn effective in executing duty and its function. For that reasons, the analysis of how far existing local culture can influence the organizational effectiveness become important. This research aim to to know how organizational effectiveness of BKD of North Lampung Regency and How Piil Pesenggiri as local culture give influence the organizational effectiveness. This research was conducted in North Lampung Regency with the BKD of North Lampung Regency as the analysis unit. The research method used is qualitative method with the descriptive research type. Data analysis in this research come from the result of interview, observation, and documentation. The analysis result shows that the BKD of North Lampung Regency is not effective in running duty and its function. It can be seen from the indicators of adaptation ability, productivity, resource management, and conflict in organization. Then, the influence of Piil Pesenggiri in this research is seen by more having the negativity characterize for organizational effectiveness. Because, from the negative and positive effect that exist on Piil Pesenggiri, the negativity effect is more dominant visible in BKD. The Influence of Piil Pesenggiri to effectiveness in this research tested by three factor in intervening variable namely of seeking and resource exploiting factor, individual behavioral, and organization chart. The first recommendation of this research is formulating some suggestions in the form of step which can be gone through utilized to existing of organizational effectiveness in optimal performance. The action of that steps are not to lift more honorer worker if it doesn’t really needed, Improvement of the quality and officer professionalism, a fair solution testing in recruitment an officer for learning duty program, and strive refreshing in organization by cleaning house assessed that its labour capacity not effective. The second recommendation related with local cultural problems in this research is about the importance of re-considered by all aparatur especially in BKD to applied the local culture in bureaucracy activity, because this research result have indicated that the existence of cultural influence of Piil Pesenggiri have brought the organization becoming not effective in performing their duty and its function. Effort which can be conducted is with the repositioning of Piil Pesenggiri values on an ideally concept and then socialize it -the ideal values from the Piil Pesenggiri-, and also strengthen the social control and formal control at bureaucracy institute consistently.
Kata Kunci : Budaya Piil Pesenggiri,Efektivitas Organisasi