Kinerja Badan Pengawas Daerah Kabupaten Tegal
SUKOCO, Agus, Dr. Agus Pramusinto, MDA
2006 | Tesis | Magister Administrasi PublikBerlakunya otonomi daerah memberikan hak, wewenang dan tanggung jawab yang lebih luas kepada pemerintah daerah untuk membangun daerah sesuai dengan potensi dan aspirasi masyarakatnya. Juga adanya tuntutan penyelenggaran pemerintahan yang demokratis, transparan dan akuntabel. Sebagai lembaga teknis yang bertugas membantu bupati di bidang pengawasan, Badan Pengawas Daerah (Bawasda) mendukung upaya untuk mewujudkan tuntutan tersebut. Meningkatnya peran Bawasda hendaknya diikuti dengan peningkatan kinerja Bawasda dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan positivistik, bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kinerja Bawasda Kabupaten Tegal belum optimal. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Penilaian kinerja organisasi dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan atau kegagalan suatu organisasi dan dapat dijadikan sebagai input bagi peningkatan kinerja organisasi. Dalam penelitian ini, penilaian kinerja Bawasda Kabupaten Tegal dilakukan terhadap pelaksanaan tupoksinya dan hanya difokuskan pada indikator akuntablitas, responsivitas, efektivitas. Kinerja suatu organisasi dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pada penelitian ini pembahasan faktor-faktor yang menyebabkan kinerja Bawasda Kabupaten Tegal dibatasi pada faktor-faktor yang memiliki pengaruh besar, yaitu : struktur organisasi, sumber daya manusia, kepemimpinan dan Kerja sama. Hasil penelitian menunjukan kinerja Bawasda Kabupaten Tegal belum optimal, karena masih terjadi keterlambatan dalam pelaksanaan pemeriksaan reguler dan pemeriksaan kasus yang berdampak pada terlambatnya penyusunan laporan hasil pemeriksaan, banyaknya aduan yang disampaikan oleh masyarakat mengenai dugaan penyimpangan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tegal. Dari analisa ditemukan faktor yang menyebabkan kinerja Bawasda Kabupaten Tegal belum optimal dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya yaitu : a) pendelegasian wewenang kepada pejabat fungsional belum jelas, b) kurangnya sumber daya manusia baik secara kuantitas maupun kualitas, c) belum efektifnya kepemimpinan di Bawasda, d) kurangnya kerja sama dengan unit kerja lain. Dengan demikian, saran-saran yang direkomendasikan adalah Pemerintah Kabupaten Tegal perlu : 1) menata kembali struktur organisasi Bawasda Kabupaten Tegal dengan menambah bidang atau sub bidang yang khusus menangani kasus, 2) perlu penambahan jumlah pegawai dan peningkatan kemampuan pegawai Bawasda Kabupaten Tegal dengan mengikutsertakan pada diklat-diklat teknis fungsional pengawasan, 3) Meningkatkan kerja sama dengan unit kerja yang diperiksa.
The implementation of decentralization gives local governments wider range of right, authority, and responsibility to develop within their jurisdiction in accordance with the potential and needs of people and with the demand for democratic, transparent, and accountable governance. As technical institution supporting the regent in monitoring and evaluating, Badan Pengawas Daerah (Bawasda) has to support realization of the demand. This circumstance must be followed up with the institutions performance improvement in executing its roles and functions. This research use the approach positivistik, aim to know the factors that causing performance of Bawasda Tegal Regency not yet optimal. Data collecting conducted with the observation technique, interview and documentation. organizational performance assessment serve the purpose for measure of efficacy or failure organization and can be input to improvement performance organization. This research assessment of performance Bawasda Tegal Regency conducted to execution roles and functions that focussed at indicator accountability, responsiveness and effectiveness. Performance of organization influenced by various factor. This research is factors solution causing performance of Bawasda Tegal Regency limited at factors owning major effect, those are : organization structure, human resource, coordination and leadership. Result of the research shows that performance of Bawasda is not yet optimal. It is caused by delaying regular inspection and case investigation. This postpones formulation of the investigation results, increases the amount of complain from people on corruption in governance and development at Tegal Regency. From analysis result, the determining factors for Bawasda’s performance are found. Those are: a) Unclear authority delegated to functional officials; b) Shortage in both quality and quantity of human resources; c) Ineffective leadership; and d) Shortage in coordination with other organizations. Based on that, it is recommended that Local Government of Tegal Regency has to: a) restructure Bawasda by adding either division or subdivision handling people’s claim; b) increase the number of officials and their capability with occasional trainings.
Kata Kunci : Kinerja Badan Pengawas Daerah, Kabupaten Tegal, Kinerja Organisasi